hmph...

someone like you....

lots of kisses song

8:54:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
funny love..


you could be happy, i wouldn't know...

8:50:00 pm tulisan aF^^ 2 anotasi
dedicated to few people from my past..  :D


galau to the max, they say?

8:39:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
kenapa beberapa hari belakangan ini, emosi saya sangat mudah tersulut. Bahagia saya menangis, terharu saya menangis, sedih saya menangis. Mungkin tidak bisa dikatakan menangis, tapi ya hampir menangis, sudah menitikkan air mata, benar-benar menitikkan: setitik.
apakah karena obat hormon?
apakah karena saya tidak bisa menerima kebahagiaan orang lain? rasanya saya tidak seegois itu.

tapi malam ini saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis sepuasnya saat melihat kakak ipar saya menyusun baju-baju untuk menyambut anaknya nanti. Saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis saat ia katakan dan menunjukkan foto USG anaknya yang ternyata perempuan. Saya benar-benar ingin kabur, bahkan saya sudah sedikit membentak, saat musa sedikit rewel dan mengganggu acara saya.

Sungguh, saya bukan orang yang se-egois itu untuk tidak berbahagia diatas kebahagiaan orang lain. Apalagi ini menyangkut kakak saya. Calon keponakan saya. Saya bahagia. Tapi juga saya ingin menangis dan ingin mengunci diri di kamar.

tidak saya turuti emosi saya yang satu ini. saya tau ini perbuatan makhluk-makhluk jahat yang berbisik di telinga saya.
astaghfirullahaladzim...

diantara nyata

8:30:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi

apakah kamu benar-benar ada di sampingku? mengapa aku tidak merasakan nafas hangatmu? mengapa aku tidak bisa merasakan degup jantungmu?
apakah sosok mu hanyalah bayanganku? apakah sosokmu hanyalah manifestasi dari keinginanku untuk memiliki sahabat yang nyata?



apakah lagi-lagi kau adalah bagian dari khayalku?



late night before bed,
i really cant tell which one is true and which one are not

face to the wall,
nearly crying  

cute!


i looooveee thiisssss!! and all of their video...

mata, hati, teling

"saya tidak berani bermimpi, saya lelah terjatuh"

sebenarnya tidak ada yang salah dengan mimpi. Mimpi adalah sebuah anugrah yang indah, baikmimpi tersebut mimpi buruk maupun mimpi yang menyenangkan. Untuk saya, mimpi adalah satu-satunya kesempatan dimana saya memiliki kebebasan untuk berekspresi. Dengan mimpi saya tidak takut ditertawakan jika saya ingin bernyanyi ala ratu, menggunakan suara hidung yang tidak enak didengar. Dengan mimpi, saya tidak perlu takut berdansa dan menari menggunakan baju ajaib. Dengan mimpi saya tidak perlu merasa aneh jika saya menikmati  mimpi buruk dan menjadikannya titik tolak saya menulis. Mimpi buruk adalah sebuah karya.
Selama semua itu masih mimpi, dan bukannya nyata.
Ketika sedang dalam titik terrendah hidup saya, yang akan saya lakukan adalah mencuri waktu sejenak untuk membuat rencana. Apa yang akan saya lakukan 5 menit kedepan, 1 minggu kedepan, 1 tahun kedepan. Mimpi tersebut membuat saya terbang tinggi berangan-angan. Tidak jarang saya terjatuh. Tapi rasa sakit saya adalah tanda bahwa saya masih hidup, dan saya memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi tersebut.
Saya tidak akan berhenti hanya karena saya merasakan sakit. Saya tidak akan berhenti walaupun saya terluka. Mungkin saya mengambil waktu sejenak untuk menangis, menuliskan rasa sakit. Tapi kemudian saya akan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri.

saya tidak akan rela jika orang yang mendorong saya hingga saya jatuh tahu bahwa saya menyerah, saya kalah. saya akan mengejarnya. dan saya akan menyingkirkan apa-apa yang menghalangi saya.

TEPAT SEKALI..

Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga



Untuk saya memang ada sedikit kebahagiaan saat saya berada dalam titik terrendah tersebut. Kebahagiaannya adalah bahwa saya memiliki kesempatan untuk menulis dengan semua amarah saya luapkan semena-mena. Tapi keterpurukan bukanlah alasan untuk menejelek-jelekkan diri sendiri. Menjelek-jelekkan diri sendiri? Saya terlalu egois dan sombong untuk melakukan hal semacam itu. Dan saya rasa egoisme dan sombongisme itulah yang kemudian menyelamatkan saya dari kegilaan.
Dan keterpurukan saya tersebut bukanlah alasan untuk menolak segala bentuk pengangkatan diri dan saran karena itu menyebalkan, dan saya sudah cukup merasa kesepian untuk ditinggalkan orang lain.