I light up their life

Saya minta maaf untuk sombongnya postingan ini. Tapi ini adalah apa yang sering saya lakukan ketika saya merasa down atau sedih karena perbuatan seseorang..

So many dreams they kept deep inside them along in the dark but then i've come along
I light up their life
I give them hope to carry on
I light up their days and fill their nights with songs romance
No it cant be wrong cos i light their life

Saya sangat berjasa pada mereka.tanpa saya mereka tak akan seperti ini. Sekali-dua kali,atau bahkan seringkali mereka pasti merindukan saya.

Masalah Gender

4:19:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Kenapa saya harus merasakan nafas yang tercekat tadi, ketika saya mengira melihat seseorang yang pernah dekat dengan saya?

Kenapa saya harus merasa tercekat tadi, ketika mendengar kata-kata cinta dari orang yang pernah mencintai saya?

Padahal saya tidak lagi memiliki ikatan atau rasa cinta atau hubungan apapun dengan orang-orang tersebut.

Saya rasa saya sekedar takut tergantikan. Padahal saya juga tahu sudah lama posisi saya sedikit mengalami pergantian. Dari orang yang dicintai menjadi orang yang PERNAH dicintai.

Padahal hidup saya lebih bahagia sekarang. Mengapa tetap saja ada sesak itu?

Apakah ini semua mentang-mentang saya wanita?

bahagia untukmu? bohong!

tahukah kau apa yang membuat tawaku sangat keras sore ini? Adalah kenyataan bahwa keinginan melihatmu terbebas dan bahagia adalah keinginan yang penuh dengan basa-basi, klise dan tidak masuk akal. Aku bukan tipe wanita baik-baik yang bisa merelakan begitu saja apa-apa yang pernah menjadi miliknya.
Banyak barang yang dengan sangat mudah kuberikan pada orang lain. Baju, sepatu, uang, tas, buku, dan lain-lain. Tapi ada beberapa hal yang mungkin terlihat sepele, atau tidak terlihat, yang belum bisa kurelakan. Misalnya:
... kotak permen berbentuk mainan. Barang itu memiliki sejarah yang takkan aku lupa, dan dalam salah satu cerpenku, aku menuliskan janji untuk tidak membuangnya.
...sebuah mp3 yang sudah rusak
... beberapa tiket bioskop

tapi hal yang paling susah kurelakan adalah melihat beberapa orang sedang berbahagia dengan orang lain.

Sungguh, sore ini ketika aku melihat betapa ia adalah pria yang ternyata membebaskan wanita itu dari cangkangnya. Sejenak aku merasakan kelegaan yang luar biasa menenangkan, senyuman yang sangat tulus, yang sayangnya hanya bertahan dalam waktu singkat, tergantikan dengan kecemburuan yang membakar sangat amat.

Kemudian aku tertawa saja. Dasar wanita!
I want to be happy for you, i really do... but i just can't.. hehehe.. maybe it's a curse...

Random thoughts.. Again

Sudah sangat lama rasanya sejak terakhir kali saya menulis. Padahal mungkin baru beberapa hari?
Entahlah..
Tapi rasanya kangen blogging.
Life lately.. Full of morning sickness, day fatigueness, and dreamless nights..
It's all hormones!

Ya sudahlah bersabar saja..

Hm.. Ada kemungkinan saya akan merayakan lebaran di bandung tahun ini. Lebaran yang mungkin agak sedih karena kakek saya yang sudah 1 minggu ini ada di rumah sakit.
Dalam keadaan patah tulang, dan ada beberapa masalah dengan jantung,paru-paru dan tentunya berakibat pada ginjal nya yang sudah tidak lagi terlalu berfungsi.

Get well soon gramps..

us in the word house

saya ingin menuliskan apa yang mnejadi diskusi saya dengan abang tadi malam. Tapi rasanya hal itu terlalu pribadi dan berbahaya. Tapi demi mengeluarkan isi pikiran saya, saya akan sedikit berbagi tentang apa yang kemudian saya tangkap dari hasil diskusi tersebut.

Saya dan abang sekarang adalah seorang KITA.
ke·ki·ta·an n 1 yg bersifat atau berciri kita; 2 kesatuan perasaan antara kita: fungsi ideologi membangun sikap ~; 3 sifat mementingkan kebersamaan dl menanggung suka duka (saling membantu, saling menolong, dsb)

Dan sebagai seorang kita sudah seharusnya kami bersama. Tidak ada kita yang hanya melibatkan 1 orang. dan KITA, itu eksklusif. Tadi ada DIA atau MEREKA didalamnya. KITA adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpisah.

US in the word HOUSE, is a must.

Tentang Kamu, Di suatu Sore

alhamdulillah... saya bahagia sekali... karena akhirnya salah satu cerpen saya bisa masuk media. Saya memang tidak pernah banyak berharap cerpen-cerpen saya bisa masuk media karena alirannya yang sedikit berbeda. Tapi kemarin masuk. Femina untuk edisi 16 september.
Cerpen yang saya kirimkan waktu itu adalah Tentang Kamu Di Suatu Sore. Memang cerpen yang satu ini tidak bersifat surealis seperti cerpen-cerpen lainnya.
Begitu saya mendapat kabar dari pihak femina, saya langsung mengabari salah satu sahabat saya yang berperan sangat besar baik pada proses pembuatan cerpen ini maupun pengirimannya. Terima kasih... sangat banyak!!

alhamdulillah...

............

Sore itu rumah hanya berisi kau dan kedua anakmu. Ketukan di pintu membuat anak terkecilmu kaget dan terbangun dari tidur siangnya di sofa depan televisi. Kau mengelus rambutnya hendak meninggalkannya kembali tertidur disana, namun gadis cilik itu memelukmu kencang. Mungkin takut pada suara hujan. Rupanya anakmu belajar takut pada hujan yang seringkali membuatmu termenung di depan jendela dan berlama-lama menatap kosong. Kau tepiskan ketakutan anakmu dengan memeluknya kencang, dan membelai rambutnya yang wangi apel. Sore itu, pelukan yang membawa ketenangan kau lanjutkan dengan menggendongnya menuju pintu, memastikan bahwa sang pengetuk pintu adalah tamu yang memang kau tunggu.
Kau buka pintu itu, kemudian kau tersenyum kecil dan mempersilahkan tamu itu masuk. Betapa tanganmu berkeringat dan nyaris bergetar kencang, menahan keinginan untuk menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi mata tajamnya. Matanya yang selalu bisa membuatmu merasa terancam sekaligus nyaman. Kau kubur dalam-dalam keinginan itu, dan mengarahkan tanganmu kearah kursi, mempersilahkannya untuk masuk dan duduk.
Ia duduk di kursi tamu rumahmu, kau duduk didepannya sambil mengelus-elus anakmu, mencoba untuk membuatnya kembali tertidur.


.
Tidak ada percakapan apa-apa. Kalian tidak pernah bisa bicara ketika kalian merencakan untuk bicara.

..............

Sakit Bandung

Saya ada di bandung saat ini dan merasakan perasaan kacau itu lagi.
Walaupun Hari ini lebih bahagia daripada biasanya karena tidak hujan dan udara yang menyenangkan, tetapi tetap ada kekacauan itu.

Sampai pada satu poin saya mengatakan pada diri saya sendiri, mungkin memang sudah waktunya saya berhenti. Berhenti membohongi diri sendiri,berhenti berusaha menjalin apa yang msh tersisa, berhenti memendam keinginan-buang saja.

Mengapa saya baru menyadarinya hari ini,ketika saya ditolak dan diacuhkan.

Semoga saya tidak membuat kekacauan yg terlalu parah untuk saya memberanikan diri MEMINTA maaf, jika sapaan dan pertanyaan saya mengganggu atau membuat anda-anda merasa terganggu.
Mudah-mudahan saya diberi maaf, sehingga dibulan ramadhan ini saya dapat benar-benar mencuci kotor nya diri saya.

Saya mau purang saja,sekarang.