us in the word house

saya ingin menuliskan apa yang mnejadi diskusi saya dengan abang tadi malam. Tapi rasanya hal itu terlalu pribadi dan berbahaya. Tapi demi mengeluarkan isi pikiran saya, saya akan sedikit berbagi tentang apa yang kemudian saya tangkap dari hasil diskusi tersebut.

Saya dan abang sekarang adalah seorang KITA.
ke·ki·ta·an n 1 yg bersifat atau berciri kita; 2 kesatuan perasaan antara kita: fungsi ideologi membangun sikap ~; 3 sifat mementingkan kebersamaan dl menanggung suka duka (saling membantu, saling menolong, dsb)

Dan sebagai seorang kita sudah seharusnya kami bersama. Tidak ada kita yang hanya melibatkan 1 orang. dan KITA, itu eksklusif. Tadi ada DIA atau MEREKA didalamnya. KITA adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpisah.

US in the word HOUSE, is a must.

Tentang Kamu, Di suatu Sore

alhamdulillah... saya bahagia sekali... karena akhirnya salah satu cerpen saya bisa masuk media. Saya memang tidak pernah banyak berharap cerpen-cerpen saya bisa masuk media karena alirannya yang sedikit berbeda. Tapi kemarin masuk. Femina untuk edisi 16 september.
Cerpen yang saya kirimkan waktu itu adalah Tentang Kamu Di Suatu Sore. Memang cerpen yang satu ini tidak bersifat surealis seperti cerpen-cerpen lainnya.
Begitu saya mendapat kabar dari pihak femina, saya langsung mengabari salah satu sahabat saya yang berperan sangat besar baik pada proses pembuatan cerpen ini maupun pengirimannya. Terima kasih... sangat banyak!!

alhamdulillah...

............

Sore itu rumah hanya berisi kau dan kedua anakmu. Ketukan di pintu membuat anak terkecilmu kaget dan terbangun dari tidur siangnya di sofa depan televisi. Kau mengelus rambutnya hendak meninggalkannya kembali tertidur disana, namun gadis cilik itu memelukmu kencang. Mungkin takut pada suara hujan. Rupanya anakmu belajar takut pada hujan yang seringkali membuatmu termenung di depan jendela dan berlama-lama menatap kosong. Kau tepiskan ketakutan anakmu dengan memeluknya kencang, dan membelai rambutnya yang wangi apel. Sore itu, pelukan yang membawa ketenangan kau lanjutkan dengan menggendongnya menuju pintu, memastikan bahwa sang pengetuk pintu adalah tamu yang memang kau tunggu.
Kau buka pintu itu, kemudian kau tersenyum kecil dan mempersilahkan tamu itu masuk. Betapa tanganmu berkeringat dan nyaris bergetar kencang, menahan keinginan untuk menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi mata tajamnya. Matanya yang selalu bisa membuatmu merasa terancam sekaligus nyaman. Kau kubur dalam-dalam keinginan itu, dan mengarahkan tanganmu kearah kursi, mempersilahkannya untuk masuk dan duduk.
Ia duduk di kursi tamu rumahmu, kau duduk didepannya sambil mengelus-elus anakmu, mencoba untuk membuatnya kembali tertidur.


.
Tidak ada percakapan apa-apa. Kalian tidak pernah bisa bicara ketika kalian merencakan untuk bicara.

..............

Sakit Bandung

Saya ada di bandung saat ini dan merasakan perasaan kacau itu lagi.
Walaupun Hari ini lebih bahagia daripada biasanya karena tidak hujan dan udara yang menyenangkan, tetapi tetap ada kekacauan itu.

Sampai pada satu poin saya mengatakan pada diri saya sendiri, mungkin memang sudah waktunya saya berhenti. Berhenti membohongi diri sendiri,berhenti berusaha menjalin apa yang msh tersisa, berhenti memendam keinginan-buang saja.

Mengapa saya baru menyadarinya hari ini,ketika saya ditolak dan diacuhkan.

Semoga saya tidak membuat kekacauan yg terlalu parah untuk saya memberanikan diri MEMINTA maaf, jika sapaan dan pertanyaan saya mengganggu atau membuat anda-anda merasa terganggu.
Mudah-mudahan saya diberi maaf, sehingga dibulan ramadhan ini saya dapat benar-benar mencuci kotor nya diri saya.

Saya mau purang saja,sekarang.

Sakit Bandung

12:12:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Saya ada di bandung saat ini dan merasakan perasaan kacau itu lagi.
Walaupun Hari ini lebih bahagia daripada biasanya karena tidak hujan dan udara yang menyenangkan, tetapi tetap ada kekacauan itu.

Sampai pada satu poin saya mengatakan pada diri saya sendiri, mungkin memang sudah waktunya saya berhenti. Berhenti membohongi diri sendiri,berhenti berusaha menjalin apa yang msh tersisa, berhenti memendam keinginan-buang saja.

Mengapa saya baru menyadarinya hari ini,ketika saya ditolak dan diacuhkan.

Semoga saya tidak membuat kekacauan yg terlalu parah untuk saya memberanikan diri MEMINTA maaf, jika sapaan dan pertanyaan saya mengganggu atau membuat anda-anda merasa terganggu.
Mudah-mudahan saya diberi maaf, sehingga dibulan ramadhan ini saya dapat benar-benar mencuci kotor nya diri saya.

Saya mau purang saja,sekarang.

proud

kenapa akhir-akhir ini saya sama sekali tidak pernah menulis fiksi, dan blog saya penuh dengan cerita-cerita kurang bermutu tentang kehidupan keseharian saya yang sebenarnya tidak terlalu menarik untuk dibaca orang lain?

biarlah.. sejauh ini saya masih menulis untuk diri saya sendiri. dan fiksi saya tidak dimengerti banyak orang.

saya terlalu pintar, NYAHAHAHAHAHA

apa yang sebenarnya terjadi

10:50:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
jadi saya akan cerita tentang apa yang sebenarnya terjadi beberapa hari belakangan ini...

sekitar 2 minggu yang lalu saya merasakan sakit perut yang luar biasa saya nyaris tidak bisa jalan. Tapi saya memaksakan berangkat ke bandung sekalian untuk periksa ke dokter yang di bandung saja karena saya malas mengulang histori saya ke dokter lain. dan ternyata ia katakan saya memiliki kista sekitar 5 cm yang pecah. Itu yang membuat saya merasa sangat kesakitan. Ia menyuruh saya untuk tes urin untuk mengetahui apakah saya hamil atau tidak, dan jika hasilnya negatif saya dimintanya meminum antibiotik yang ia resepkan, dan ia meminta saya bedrest.
Saya cek di internet fungsi dan harga obat-obatan yang ia resepkan. Saya bukannya tidak percaya padanya, hanya saja saya ingin lebih berhati-hati sebelum minum obat, apalagi antibiotik.
Tadinya, saya mau menginap di bandung karena ingin memberikan pada teman-teman saya yang akan seminar skripsi. tapi begitu menengar kabar ini saya langsung berangkat kembali ke cinere.

Resep belum juga saya tebus dan hasil test pack nya negatif.

Setelah berdiskusi dengan ayah, ibu, kakak dan abang, kami memutuskan untuk mencair pendapat kedua. Jadi keesokan harinya saya ke dokter lain. Ia katakan kista saya tidak pecah, atau mungkin juga pecah tapi sudah kering. Kista ini didiamkan saja dan ia katakan test pack yang saya lakukan kemarin itu terlalu dini. Jadi ia minta saya untuk kembali mengulangi tes minggu depannya dan selama seminggu bed rest saja, supaya kistanya pulih dan sekalian menjaga kondisi tubuh jika memang hamil.

seminggu penantian itu penyiksaan yang amat sangat, yang mungkin tidak saya sadari.
saya masih merasakan sakit perut. abang harus di kramat jati sedangkan saya tidak berani melakukan perjalanan yang jauh, jadi kami terpisah. Saya bed rest.
Di kamar tidur saya ada buku kehamilan milik kakak, dan saya membacanya langsung sampai hampir habis sebanyak 500 halaman dalam 3 hari.

Entahlah saya berharap untuk hamil atau tidak. Tapi yang jelas saya sangat sensitif. Bagaimanapun saya mencoba mengelola emosi saya, saya tetap merasa tidak tenang. Karena dokter mengatakan ada kemungkinan saya hamil, saya jadi agak berharap. Apalagi saya merasakan beberapa tanda-tanda kehamilan. Saya bingung karena saya takut jika saya hamil saya tidak bisa menyelesaikan studi saya dengan cepat tapi saya juga tidak mau menunda kehamilan.
Ini itu, saya memang selalu mengatakan kata TAPI dan tidak bisa memutuskan.

Saya sudah inginhamil tapi belum ingin hamil

Uring-uringan.

Akhirnya belum sampai seminggu saya sudah tes urin lagi, tapi kali ini di laboratorium. Ketika berangkat ke Lab saya ingi berangkat sendiri saja karena saya takut menangis kalau hasilnya negatif. Feeling saya mengatakan sepertinya saya hamil tapi saya katakan pada semua orang bahwa hasilnya pasti negatif. Saya sendiri tidak yakin pada feeling saya. Saya tau hasilnya kemungkinan besar negatif tapi ada bagian dair diri saya yang sangat menginginkan hasilnya positif.

dan hasilnya negatif, saya tersenyum.
Tes itu saya lakukan pukul 8 pagi

Pukul 12.00 saya berangkat ke rumah sakit untuk kontrol, dalam keadaan sangat sakit perut. dan ketika sampai di rumah sakit, saya menyadari bahwa saya menstruasi.

damn, kenapa nggak dari tadipagi jadi saya nggak buang-buang uang.
hehehe...

ibu ketawa. Tuh kan, ibu udah bilang jangan stress!! tu pasti kamu tu stress makanya begitu tau negatif, lega, langsung mens...

hehehehe...

kata bu dokter kista nya diamkan saja, dan ia senang karena selama 3 bulan terakhir saya menstruasi, hanya kali ini saja agak terlambat, tapi masih dalam batas yang normal.
saya juga senang.

Ya Allah, berikanlah kami keturunan yang shaleh/shalehah pada waktu yang sesuai, yang ketika kami menjalaninya tidak mendapatkan kesulitan, amin. Semoga yang terbaik selalu dilimpahkan kepada kami dan semoga Kau menjaga kami dari apa-apa yang menyesatkan, yang menjauhkan kami dariMu. Sesungguhnya Kau Maha penyayang, Maha Pengasih, dan Maha mengetahui.
Amin.

saya merasakan apa yang saya katakan ketenangan. Saya rasakan ketenangan itu sejak kemarin, dan saya merasa bahagia.
Saya kangen abang, saya ingin tidur sekarang supaya cepat besok.

mimpi dari peri

tadi malam di kamar mandiku ada sebuah binatang yang cantik sekali. warnanya putih bersih, tubuhnya kecil mungil, terbang seperti peri. Aku tidak tau bianatng apakah itu tapi aku katakan itu peri.

tadi malam di mimpiku adalah sebuah amplop dengan kertas surat berwarna merah yang mengintip disana. Aku berada dalam perjalanan pulang, sedikit gemetar dan melihat tanda yang aneh didalamnya.

tadi malam semua rasa sakit ku mendadak hilang, aku menggenggam tangan ibuku erat. Mungkin inlah yang namanya ketenangan. Tidak ada rasa sakit, tidak ada debar jantung yang keterlaluan cepat, tidak ada rasa panas di sekujur tubuh, tidak ada pertanyaan-pertanyaan negatif didalam kepala.

Pagi ini ketidaktenangan itu muncul kembali. Tapi aku katakan pada diriku sendiri,
mungkin apa yang terjadi tadi malam adalah sebuah petunjuk tentang apa yang akan terjadi hari ini. Sebuah kabar gembira dan ketenangan yang membebaskan, peri yang datang menyambut senyumku.
Tapi jika semua itu tidak terjadi, toh itu hanya mimpi.