Mimpi

Kalau sedang dalam keadaan terkurung; baik fisik maupun mental, yang ingin aku lakukan adalah tidur,dan berharap mimpi.
Karena hanya lewat mimpi apapun bisa terjadi. Pertemuan dengan berbagai manusia, memiliki apa/siapapun. Melakukan apapun.
Hanya lewat mimpi.

Jadi aku sarankan kamu untuk bermimpi saja..agar terlampiaskan inginmu itu

Sindrom bosan akut

10:41:00 am tulisan aF^^ 2 anotasi
Saya mungkin aneh.atau terlalu rajin,atau kecanduan,atau sekedar ngga ada kerjaan.
Saat ini saya terbaring di rumah sakit tapi tetap blogging. Via hp saya yang biasa saja.
Hehe..
Iya..hari jumat pagi kan saya ke bandung, sorenya pulang. Pukul 8 sampai rumah dalam keadaan badan yang tidak karuan. Pokonya gak bener deh..sampai hari senin masih merasa aneh, akhirnya cek darah. Kata dokter db. Disuruh rawat inap. Saya ngga mau, jadi memutuskan untuk pulang dulu,hari selasa cek lagi. Eh,selasa pagi cek, jauh lebih parah.
Rawat inap deh saya,di tusuk2 infus yang menyiksa.
Huh.

Kemudian saya online deh.merasa terhibur membaca blognya si KKK. Dasar manusia komputer! Badan disama-samain sm komputer! Hehe..


Huh,gak jadi deh saya bimbingan kamis depan. Kata bu oom kalo udah pulang dr rs proposal kirim email aja.jangan bolak balik dulu..hehe..bu oom memang super dah! I love u full bu.

Blog nya nora ya?maklumin saja.sindrom bosan akut

mengkampuskan diri

Seharusnya pukul10 nanti saya sampai di bandung.tapi akibat perluasan jalan tol sepertinya saya baru akan sampai pukul11.. Saya akan berangkat utk bimbingn proposal pertama kalinya dengan dosen pmbimbing I saya.. Semoga saja ia tdk lupa dan saya bisa bertemu dengannya siang nanti. Amin..
Proposal saya ini..hehe.. Belum sepenuhnya selesai. Harusnya sudah, sungguh,harusnya sudah karena si bapak sudah menunda pertemuan ini selama 5 hari.sejujurnya sudah tepat 8 hari saya tidak membuka proposal saya.
Tapi dalam perjalanan di jalan bebas hambatan yang terhambat ini, saya memperbaiki dan mencoba menyelesaikannya kok.. Hehe..

Di kampus,nanti, saya berniat akan makan mie yamin kantin fip, yang awalaupun mahal tapi saya puas. Di kampus nanti, saya berniat ke ruang thesis, kalau ada waktu setelah bergosip bersama elsa dan unie

Kemarin saya membaca lagi blog IA, dan saya menangis tiba-tiba.. cerita-cerita IA memang selalu membuat saya menangis...
Ini cerita pertama di BLOG nya...

Tuesday, June 29, 2004
rahasia, pintalan asmara tanpa kata
dunia kami, non: kanvas yang sederhana, tak punya dangau, apalagi danau. kami lebih banyak tersenyum ketimbang berkata. maka, cerita yang kujalin bersamanya, adalah pintalan asmara tanpa kata. kita berusaha saling mengerti lewat mata, berusaha jujur dan belajar untuk menghitung, mungkinkah kasih bisa diikatkan. kami menghabiskan waktu bukan di toko buku, menyusuri loakan, atau menatap hujan, juga tidak larut dalam percakapan tentang tokoh-tokoh dalam film atau novel yang menjengkelkan. tidak. dunia kami, non: adalah dunia dengan sepenuhnya keterbalikan, yang hanya bertemu di sebuah simpangan, lalu kembali ke jalur lurus, meneruskan dunia masing-masing. di simpang itulah, setelah menanggalkan semua bawaan dunia yang berbeda itu, kami bertemu: menautkan jari, menatapi: "adakah kamu lelah," katanya. "adakah engkau gundah," tanyaku.

dia, biasanya akan cerita tentang waktunya yang tak bersamaku, jika kupinta. dan aku, akan berkisah tentang waktuku tanpanya, tanpa dia pinta. begitu seterusnya. pertukaran cerita itu, non: sebuah cara kami untuk mengukur, seberapa jauh, benturan waktu yang tak bersama itu, mengubah diri kami. perubahan itu, sekecil apa pun, coba kami pahami, kami mengerti. meski acap, setelah usai bercerita, kami ternyata masih jiwa yang sama, pribadi yang sama. (aku acap teryakinkan, ketelanjangankah yang membuat diri kami tak dijejaki sesuatu yang lain?). di simpang itu juga, kami saling menunjukkan peta esok hari, apakah dia akan ke utara, berjumpa dengan sesiapa, dan aku keselatan, atau kami sama ke timur, dengan cara yang berbeda.

di simpang itu, waktu selalu terasa cepat, tautan jari acap begitu singkat, lalu terlepas, setelah kecup kulukiskan di keningnya, dan remasan dia bekaskan dijariku. tak ada puisi, prosa, atau drama, apalagi telenovela. semua lalu berlalu, seperti rahasia, yang akan terbuka, esok hari, di simpang yang sama.

AULIA A MUHAMMAD



Mereka saling mencintai tapi bukan itu kenyataan yang seharusnya terjadi. Pedih sekali semua cerita itu, dan blog itu sangat konsisten bercerita tentang satu tema yang sama. Kepedihan itu.. ketika mereka harus berpisah dalam keadaan saling mencintai. Cerita yang klise memang, tapi cara IA menyampaikannya.. benar-benar saaaaaaaaaaaangat indah.

hidup yang baru

8:36:00 am tulisan aF^^ 0 anotasi
ternyata sama sekali tidak salah ketika orang mengucapkan "selamat menempuh hidup baru" kepada sepasang mempelai. karena yang akan terjadi benar-benar kehidupan yang baru. Saya menikah bulan Desember 2009, tapi baru melaksanakan resepsi bulan a
April 2010, dan semenjak resepsi saya baru tinggal 1 rumah dengan abang. Sebelumnya kami hanya melewatkan waktu bersama ketika weekend, ia ke bandung atau saya ke jakarta. Istilah orangtua saya, pacaran yang halal.
Dans sejak bulan April yang lalu, baru kali ini saya mulai merasakan efek-efek kehidupan yang baru itu. Karena baru sekarang ini saya lebih banyak di Jakarta dibandingkan di Bandung.
Perubahan yang saya rasakan adalah ketika saya pulang dari Bandung tidak ke cinere, dan saya baru ke Cinere 3 hari setelah saya ada di Jakarta. Kemudian ketika saya akhirnya sampai di cinere sabtu pukul 14.00, pukul 21.00 saya sudah berangkat kembali ke rumah abang.
Nyaris saja saya tidak akan ke cinere lagi sampai weekend mendatang, karena hari ini saya seharusnya ke Bandung dan bimbingan skripsi... tapi ternyata dosen pembimbing saya membatalkan jadwal bimbingan tersebut, dan berhubung saat itu saya sudah di fatmawati, saya akhirnya memutuskan untuk ke cinere. AKHIRNYA!
hehehe...
kehidupan baru yang saya rasakan ini, adalah ketika cinere bukan lagi tempat dimana saya paling banyak menghabiskan waktu libur saya. Ketika waktu-waktu bersama keluarga saya menjadi lebih terbatas. Ketika "ME TIME" yang biasanya sangat banyak saya nikmati menjadi lebih sedikit. Ketika saya tidak lagi boleh hanya memikirkan AKU tapi semuanya harus menjadi KAMI atau KITA.

Demi memperoleh kesempatan untuk meluapkan semua perubahan baru ini, kemarin siang saya merelakan my precious nap time for write down all my feeling towards 4 days with abang. Kalau saya tidak menuliskan semuanya saya bisa meledak. Saya bahagia tapi juga yang namanya adaptasi, selalu menimbulkan masalah bagi diri saya.
Ada momen-momen ketika saya kemudian membanding-bandingkan; antara cinere dan rumah abang, antara abang dan obong, antara ini dan itu. ada momen-momen ketika saya mempertanyakan segala sesuatunya; mengapa harus begini? mengapa abang begitu? apa yang abang pikirkan? bagaimana bisa aku berpikir seperti ini?. Ada momen-momen ketika aku mensyukuri semua yang terjadi. Ada momen-momen ketika tidak ada hal lain yang ingin aku lakukan kecuali diam dan sama sekali tidak bicara walaupun ada yang bertanya.

Saya sudah menuliskan semua perasaan dan tanda tanya saya. Semua kekecewaan dan kebahagiaan saya. Tapi bukan ini. Kapan-kapan, ketika waktunya lebih tepat, MUNGKIN akan saya publish tulisan itu. Tapi tidak sekarang..

Putri karima part 2

Sore ini putri karima berjalan menyusuri hutan. Ia terus berjalan dan berharap langkahnya diarahkan pada rumah tersebut.
Ia kemudian menemukan sebuah desa,yang ia sangat yakin merupakan desa tempat rumah itu berada. Ia berkeliling disana. Tapi tak nampak ada rumah yang ia kenali. Tak juga ada suatu hal pun yang menandakan keberadaan laki2 itu. Suasana dan wangi pinus memggugah ingatannya. Tapi selain itu tak ada apapun.
Ia merasakan perasaan hangat yg sama dengan ketika ia mencium bau sapu tangan itu. Perasaan damai tapi diselingi kerinduan yang menyakitkan.

Hari ini tak ia temukan rumah itu. Tak ia temukan pula laki-laki itu. Yang ia temukan di ujung hari hanyalah lelah,kecewa,dan rindu yang membawanya pada air mata.

2 b continued

Putri Karima PART I

Putri karima tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya hari ini.
Ia menemukan sebuah sapu tangan di dalam lacinya. Sapu tangan itu ia ketahui adalah milik seorang laki-laki yang tak bisa ia ingat namanya. Seseorang dari masa lalunya, seseorang dari masa ketika langkahnya belum juga seimbang. Sapu tangan itu membawa aroma yang membuatnya teringat akan sebuah ruangan kecil di rumah yang tidak besar di ujung bukit. Tiga setengah tahun pertama dalam hidupnya ia habiskan disana. Disanalah ia diajarkan tentang kasih sayang yang sangat tulus, pelajaran tentang hidup, kebahagiaan dan kenyataan yang tidak selamanya manis.
Pada usia yang sangat dini itu putri karima sudah belajar lebih banyak daripada seharusnya.

Putri karima berusaha mencari tahu tentang bagian hidup nya yang menghilang itu. Tapi tidak satupun orang disekitarnya mau membantu. Mereka menunjukkan wajah terkejut dan berbagai kebohongan. Entah mengapa Putri Karima merasa sebagian besar orang yang ada disekitarnya tahu tentang hal ini, tapi tidak mau menceritakan padanya. Putri Karima merasa masih ada pintu yang bisa terbuka lebar untuk ia menemukan cerita itu. Tapi dimana pintu itu, ia tidak bisa menemukan.

Satu-satunya harapan yang ia miliki adalah lewat mimpi-mimpinya.

Putri Karima bukan ingin kembali ke rumah itu. yang ia inginkan hanyalah untuk memiliki jalan menuju kenangannya. Ia bukan ingin pergi dari istananya. Ia hanya ingin sesekali merasakan kehangatan rumah itu lagi.

2 b continued...