i miss you so

Tante Diana Krall menyanyikan ini.. dan saya setuju...

Those happy hours I spent with you
That lovely afterglow
Most of all, I miss you so

Your sweet caresses, each rendezvous
You voice so soft and low
Most of all, I miss you so

You once filled my heart with
No regrets, no fears
Now you'll find my heart
Filled to the top with tears

I'll always love you and want you too
How much you'll never know
Most of all, I miss you so



kemudian dia menanyikan ini...

We both are lost
And alone in the world
Walk with me
In the gentle rain
Don't be afraid, I've a hand
For your hand and I
Will be your love for a while

I feel your tears as they fall
On my cheek
They are warm like gentle rain
Come little one you have me in the
World and our love will be sweet
Very sweet

Our love will
Be sweet very sad
Very sweet like gentle rain
Like the gentle rain
Like the gentle rain
Payah ah!

Laporan hampir Gila

Plp membuat saya stres malam ini. Begitupun teman-teman saya..
Hari ini mulai pukul 5 pagi saya sudah mengerjakan tugas, pukul 12siang tadi berangkat ke ujung berung demi solidaritas dengan teman saya yang komputernya rusak, dan juga demi pengiritan jadi bisa patungan uang tinta printer..
Saya akhirnya menginap di rmh teman saya karena sampai pukul 8 td saya belum selesai, hujan, dan tidak ada yang bisa menjemput saya. Rencana awal saya akan pulang bersama citra yg jg td berangkat bersama saya. Tp citra jg belum selesai.

Sekarang saya sdh hampir selesai. Sudah print 200 halaman utk dikumpulkan besok. Harusnya itu 200 dibuat 3eksemplar.. Gila ya..
Itu yg laporan cuma 34, sisanya hasil mengetik rpp+silabus yang dulu katanya harus tulis tangan.

Hah!
Besok subuh pulang untuk mandi, dan ke sekolah lagi..

Pret

Banyak kok sbnrnya yg tjadi hari ini. Tp saya malas mengetikkannya krn sy online via hp

lelah

5:10:00 am tulisan aF^^ 0 anotasi
dari semua laki-laki yang pernah menjadi seseorang dalam hidupku, hanya kamu satu-satunya yang tidak pernah bisa kumengerti.
Alasan pertama adalah karena kamu bisa menjadi sahabat untukku. Aku tidak merasa malu atau takut untuk bercerita berbagai hal kepadamu. Aku tidak merasa takut kamu kemudian akan pergi. Hal ini mungkin disebabkan oleh aku benar-benar merasa dicintai, mungkin aku salah. Tapi aku tak peduli, setidaknya itu yang aku rasakan.
Alasan kedua adalah karena ketika bersamamu, aku merasa kita selalu berselisih pendapat. Aku selalu merasa kamu dengan sengaja menolak pendapat-pendapat ku, walaupun sebenarnya kamu setuju. Kita sangat berbeda dalam berbagai hal tapi toh kita tetap selalu ingin bersama. Padahal perbedaan kita itu, kebanyakan diantaranya tidak membuat kita saling mengisi.
Alasan ketiga adalah karena walaupun aku merasa sangat dicintai olehmu, aku juga merasa sangat tidak dihargai olehmu.
Alasan keempat adalah karena setelah berbagai hal kulakukan padamu, kamu tetap bisa menanyakan padaku apa kabarku, mendengarkan ceritaku, bercerita kepadaku, tetap hadir disampingku. Setidaknya untuk waktu-waktu tertentu.
Alasan kelima adalah karena bagaimana kamu tetap membuat aku yang egois ini, jadi selalu memikirkan kabarmu. selalu ingin tahu apa yang sedang kamu lakukan.

Di beberapa malam seperti malam ini, aku ingin berteriak dan berharap aku terbangun disampingmu, di tempat yang paling sering menampung kita itu. Kalau saja hidup semudah itu. Aku merasa sesak, karena aku tidak bisa benar-benar berusaha untuk membalikkan tubuhku dari hadapanmu.

aku sangat merindukan kita, tapi rasa rindu yang besar ini lebih kecil dibandingkan keinginan bertemu sahabatku -kamu. kalau saja aku punya kekuatan untuk menyapamu. tapi mungkin itu bukan yang terbaik. entahlah.

PLP day 70, tentang RAMDAN

pagi-pagi Ramdan tersenyum pada saya.
Teman-teman saya belum sampai, saya sampai paling pagi.

Ramdan: bu, yang lain mana?
saya: belum ada.. terlambat.. Ramdan udah makan?
Ramdan: acan.. (belum..)

saya kemudian merapihkan barang bawaan saya, mengunci ruang perpustakaan. Bertemu dengan Unie, salah satu sahabat saya yang kebetulan PLP di Sumbersari juga. Ia mengajak saya mencari gorengan untuk sarapan. Saya mengajak Ramdan.
membeli gorengan untuk saya dan kawan-kawan, membeli gorengan untuk Ramdan, kembali ke sekolah.

Kemudian salah satu guru masuk ke ruang mahasiswa dan bercerita.
Katanya Ramdan cerita sama si Ibu, ia sedih karena mendengar kabar saya sudah menikah. Tapi ia tetap senang belajar sama saya, dan bahwa sekarang Ramdan sudah tahu dimana rumah saya karena pernah mengikuti saya pulang. dan bahwa ia akan mulai sering bekerja di pacuan kuda dekat rumah saya supaya ada kemungkinan bertemu, dan juga supaya mendapatkan uang untuk ditabung, untuk membelikan saya kado perpisahan ketika saya selesai PLP.

Ibu itu bercerita sambil berkaca-kaca, saya pun ikut berkaca-kaca.

Walaupun saya sudah tidak sabar ingin selesai PLP, tapi saya juga sedih harus meninggalkan murid-murid saya.

ngawur

5:22:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
sore ini aku sendiri di rumah.
Hujan.
wangi tanah tersiram air
Suara gemericik di luar
Rasa sakit melilit di perutku
Ketidakhadiran kamu.

sempurna

sangat sempurna untuk kualitas mood ku yang kacau sejak pagi.
Kamu mengeluhkan tentang bagaimana kamu bukanlah pria yang ada disampingku
Kamu mengeluhkan itu semua tanpa kata-kata, tanpa komunikasi kepadaku.

Kamu mempertanyakan apakah kamu bisa melihat wanita lain selain aku, sedangkan aku adalah yang kau pilih?
sedangkan kau tau bahwa aku telah memilihmu jauh sebelum aku bersamanya.
Jauh sebelum semua kebohongan ini dimulai.

basa-basi


seharusnya aku bersamamu saja.

PLP day 64 - 69

saya stop menuliskan hai-hari PLP sejak DAY 63.. padahal saya masih mengajar setelah hari itu... dan masih masuk sampai hari ini..

Day 64,
saya mengajar di sheltered workshop... tempat anak-anak yang sudah lulus, tempat pelatihan bekerja. Tapi seperti kebanyak SLB lainnya, yang diajarkan ya itu-itu saja. Menjahit!
Saya mengajarkan sesuatu yang sangat mudah, bermodal kecil, dan bisa sangat dihargai kalau dijual. Saya mengajarkan membuat hiasan dari CD bekas.. ah, pernah saya bahas kok. Hasilnya, buatan anak-anak bagus.. hanya 1 yang kurang bagus karena diusianya yang sudah lumayan jauh lebih banyak daripada saya, motoriknya kurang bagus. Saya merasa saaaangat prihatin.

Day 64 itu hari kamis.. Jumat, sabtu, minggunya, saya dan teman-teman diberi izin untuk mengerjakan tugas laporan PLP yang harus dikumpulkan tanggal 22 may.
Dan mulai senin tanggal 16 may saya dan teman-teman bekerja keras untuk menyelesaikan laporan PLP dan Tugas PLP yang kelompok. It's Exhausting saya selalu pulang sekitar pukul 2 siang dan tidak terlalu memiliki energi untuk mengerjakan tugas individu, APALAGI MEMIKIRKAN SKRIPSI???

ini tugas kelompok:
1. Laporan kelompok yang cukup banyak
2. Menyelesaikan instrumen dan media asesmen perkembangan dan CaLisTung
3. Merapihkan hasil Cat Tong Sampah
4. *tambahan dari dosen.. membuat CD yang isinya perkembangan pembuatan RPP dari yang jelek sampai yang sudah di revisi plus foto-foto penampilannya per langkah pembelajaran. Itu berarti sekarang harus pura-pura ngajar dan di foto. HUFH!

ini tugas individu:
1. Mengetik Silabus dan RPP setiap pertemuan (26 pertemuan)
2. Membuat laporan individu
3. Mengisi jadwal bimbingan di 2 buku PLP (dari jurusan dan kampus.)

AAAAAAAAAAAAAGH!!!!!!!!!!!!!!!!

makanya saya nggak sempet nulisin ini semua, dan sekarang mulai stress.. dan malahan saya sempet untuk nulisin hal-hal nggak penting seperti perasaan saya yang jadi sensitif ini.

Saya dan kawan-kawan nggak akan bisa ngumpulin tugas kelompok besok karena printer bermasalah, begitupun tugas individu belum selesai. InsyaAllah senin.
Saya nggak tau nanti setelah tugas-tugas dikumpulkan kami akan mengerjakan apa. Karena Lesson Plan untuk ujian sudah diselesaikan.

Oh iya, untuk ujian PLP nanti saya memilih di kelas 3 SMPLB tunagrahita ringan, mengajarkan tentang perkembangbiakan generatif tumbuhan dan cara membuat pupuk organik..

OH iya, permasalahan lagi, ditengah tugas mengetik yang membuang-buang waktu saya, HURUF R di laptop saya agak bermasalah sehingga harus sangat ditekan kalau mau huruf R nya keluar.
NYAAAAAAAAAAH

Kerinduan yang sangat mengganggu

Ketika aku merindukan seseorang, segala hal dapat membuatku ingat padanya. Hal-hal kecil yang seharusnya tak berharga jadi terasa sangat mendalam.
Hari ini aku mencium baunya, melihat wajahnya di seluruh orang disekitarku, mendengar suaranya memanggilku, merasakan hangat tubugnya disekitarku.
Dan perjalananku hari ini,membawaku kembali ke masa kebersamaan kami.
Setiap langkahku berisi harapan pertemuan dengannya