if only life were as simple as paradise lyrics where i can freely sat on a stormy rain and still said i know that the sun was set to rise. As simple as closing my eyes and dream of paradise. Me and the girl in the song were both disappointed in the world, but she had this believe that will calm her.
and if only he had the courage of the boy in "hurts like heaven". he would have fight to his death for me. Just like what we were screaming on those journey to dreaming.
well, actually we have no one between us, it's me who always make things difficult.
pardon my English, i write as my heart told me to.
its raining here, i have nothing to do, i have finished all my tasks.. and i think of him i don't know why.. well maybe its the rain...i miss him as my partner.. the only person in the world who could understand what i'm saying.. and the only person crazy enough to let my imagination soar freely.
beberapa minggu belakangan, akibat ketidakteraturan minum obat, saya dilanda mual paraaah setiap sore. dan kemarin, setelah pulang dari kencan dengan dr. djoko, saya resmi muntah-muntah-diare-lemas.
Saya yakin ini psikologis?
i take a sick note to my boss, take a nice sleep and watch various movies in my bedroom.
saya bilang sama abang, tolong jangan bahas kenapa setelah mengkonsumsi obat diabet dan penyubur selama 2 bulan yang menyebabkan saya mual, sel telur saya belum juga sehat. Saya tau ini salah saya yang beberapa hari belakangan tidak teratur, saya tidak ingin diceramahi karena saya cukup depresi mendengar hasil pemeriksaan kemarin.
kenapa beberapa hari belakangan ini, emosi saya sangat mudah tersulut. Bahagia saya menangis, terharu saya menangis, sedih saya menangis. Mungkin tidak bisa dikatakan menangis, tapi ya hampir menangis, sudah menitikkan air mata, benar-benar menitikkan: setitik.
apakah karena obat hormon?
apakah karena saya tidak bisa menerima kebahagiaan orang lain? rasanya saya tidak seegois itu.
tapi malam ini saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis sepuasnya saat melihat kakak ipar saya menyusun baju-baju untuk menyambut anaknya nanti. Saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis saat ia katakan dan menunjukkan foto USG anaknya yang ternyata perempuan. Saya benar-benar ingin kabur, bahkan saya sudah sedikit membentak, saat musa sedikit rewel dan mengganggu acara saya.
Sungguh, saya bukan orang yang se-egois itu untuk tidak berbahagia diatas kebahagiaan orang lain. Apalagi ini menyangkut kakak saya. Calon keponakan saya. Saya bahagia. Tapi juga saya ingin menangis dan ingin mengunci diri di kamar.
tidak saya turuti emosi saya yang satu ini. saya tau ini perbuatan makhluk-makhluk jahat yang berbisik di telinga saya.
astaghfirullahaladzim...
apakah kamu benar-benar ada di sampingku? mengapa aku tidak merasakan nafas hangatmu? mengapa aku tidak bisa merasakan degup jantungmu?
apakah sosok mu hanyalah bayanganku? apakah sosokmu hanyalah manifestasi dari keinginanku untuk memiliki sahabat yang nyata?
apakah lagi-lagi kau adalah bagian dari khayalku?
late night before bed,
i really cant tell which one is true and which one are not
Sehari-hari memperhatikan sesuatu lebih lama dari orang pada umumnya. Menganggap imajinasi adalah hal yang embuat seorang manusia tetap waras. Tidak suka basa-basi. Menulis untuk membuang energi negatif. Tidak terlalu menikmati bicara.