saat ini dalam kehidupan keluarga kecil, saya memandang diri saya sebagai calon ibu.
dalam pekerjaan saya adalah sahabat atau kakak bagi murid-murid saya.
tapi juga seorang anak.
garis bawahi kalimat pertama dan terakhir saja. karena itu yang sedang ada dalam pikiran saya saat ini.
saya adalah seorang anak yang hopefully segera akan menjadi ibu. Dalam pikiran saya masih banyak memori yang terlintas. Memori kebohongan-kebohongan saya pada ibu dan ayah, dan guru-guru saya. Bagaimana saya mengatur kalimat dan situasi sehingga apa yang saya lakukan tampak benar walaupun sebenarnya salah. Apa-apa yang saya lakukan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, atau terkadang sekedar untuk melanggar peraturan.
Masa remaja saya tidak bisa dibilang mulus. saya adalah mantan anak bandel, mungkin masih bandel, saya juga tidak tau. atau tidak mau tau.
masa remaja saya berisi kebohongan-kebohongan dan alasan.
yang saya pikirkan sekarang:
apa yang bisa saya lakukan kepada anak saya nantinya, agar ia tidak menjadi seperti saya.
Kalau dipikirkan sekarang ini, saya sedikit menyesal saya telah melanggar apa-apa yang telah ditetapkan ibu dan ayah. Bukan menyesal karena hukuman apa yang saya dapatkan setelah itu, tapi menyesal karena suatu hari saya akan merasakan menjadi ibu dan mungkin saya akan terkena karma?
menyesal karena ternyata semua kebandelan saya tidak ada gunanya dan menghasilkan sakit hati.
menyesal karena ternyata guru dan orangtua saya benar.
saat ini saya adalah guru dan orangtua. Dua pribadi yang dulu sering saya bohongi.
dan saat ini saya jadi faham, bahwa tidak mungkin sama sekali guru saya percaya dengan kebohongan-kebohongan saya.
saya takut.
sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dr. djoko, kemarin saya cek laboratorium. Tes hormon, gula darah dan insulin. Saya tahu tes ini akan sangat mahal, tapi saya diberi tahu oleh pihak rumah sakit bahwa sepertinya akan di cover askes karena sudah ada rujukan dari dokter.
Jadi kemarin saya tes lab.. sebelum diambil darah, saya harus menyelesaikan administrasi. Dan saya lemes sekali karena puasa. dan saya juga lemes karena kata mba-mba nya ini ngga do cover karena berurusan dengan fertilitas. bahkan insulinnya pun tidak di cover. Rp.2.050.000. Gaji satu bulan ludes begitu saja. saya baru sempat ambil uang untuk bayar hutang ke ibu dan nonton bioskop murah, belum dipakai untuk apa-apa lagi. :(
saya lemes bangeettttt
berhubung tes lab tidak bisa ditunda dan harus dilakukan, jadi ya mau apa lagi... telfon abang, dan kemudian masuk lah saya kedalam lubang penghisapan darah
disedotlah darah saya sebanyak 5 tabung. langsung pucat. saya yang tekanan darahnya rendah ini tambah pusing. untunglah saya selalu sedia makanan dan minuman di tas, bisa untuk mengganjal.
btw perjalan PP ke rumahsakit ini menghabiskan uang cukup besar untuk ojek dan menghabiskan tenaga juga.
pulang dari rumah sakit saya harus mengajar. sampai di sekolah pada tanya "kenapa kok pucat" saya bilang habis diserang vampir,
ibu suruh saya minum obat penambah darah, obat bisa diambil di uks. saya bilang yang saya butuhkan obat penambah uang.
saya belum belanja.
saya tulis status bb *nyesekkkkkkkkk*
tapi terus saya ganti dengan alhamdulillah karena saya sebenarnya saya sudah dekat dengan diagnosa penyakit jadi sudah lebih dekat dengan kehamilan, i hope so, ya Allah lancarkanlah urusan kami, berikan kami kesehatan. amin...
i miss my hubby so much.
he is here, but i miss the thought of him
gara-gara insiden perbincangan maya beberapa waktu yang lalu, saya jadi galau seperti anak-anak abg itu. Air mata seperti selalu tersedia, protes sudah di ujung bibir.
Selalu ingin menyendiri
dan main angry bird
lho?
saya menyibukkan pikiran dengan angrybird, dexter, membajak film-film serial favorit, dan tidur.
saya ingin bermain. :(
kemarin begitu melihat saya, Faiz langusng bertanya sambil berteriak
"bu kenapa sekarang Lazuardi jadi sekolah sakit jiwa?"
"maksud Faiz?"
"Kenapa kok Lazuardi menerima anak-anak autis?"
saya berikan rasional padanya seperti kepada siswa-siswa lainnya, kemudian saya membuatnya berjanji tidak akan berkata-kata seperti itu lagi.
saya sedih.:(
dan...
sambil menunggu bajakan DEXTER saya ready to watch, saya utak atik laptop.. di sebelah saya kakak memasang soundtrack malam ini: rectoverso.
dan saya langsung teringat kejadian-kejadian beberapa tahun yang lalu.
rectoverso pada dasarnya adalah soundtrack kehidupan saya beberapa waktu yang lalu.
jadi kemudian saya membaca kembali blog-blog saya.. baik dari imagineimajination.multiply.com maupun yang disini.
saya kemudian teringat..
sebelum ini saya adalah orang yang negatif...
sepi ini, perih ini, ikat ini. Telah mendominasi semua akal sehatku. Ah, atau lebih tepatnya, mereka telah menuntunku ke arah mati.
-afifa: 8 Januari 2009
Selalu saja tulisan saya berbau kematian atau keputusasaan. Saya tidak pernah berani untuk banyak berharap. Yang saya lakukan adalah memperhatikan langkah saya saat ini, agar tidak terjatuh. saya tidak berani melihat ke depan,
Sekarang pun saya masih agak negatif, tapi jauh lebih baik *i hope so*
dan malam ini karena PULANG, saya merasakan kosong yang luar biasa.
kata PULANG dalam suasana yang kurang tepat membawa efek yang kurang baik bagi tubuh saya.
:(