TA

selalu saja ada ujian dari atas sebelum kita menghadapi ujian sidang. sebelum saya sidang proposal, karya saya sakit. sebelum sidang karya ilmiah, karya saya hilang. sebelum sidang ujian akhir semester untuk mata kuliah yang paling sulit, printer ngadat.
daaaaaaaaaaan lain-lain
hari ini adalah hari terakhir pengumpulan berkas ujian dan dosen pembimbing pertama saya ribet.

oke, saya tidak akan cerita, karena saya sudah 4x bercerita. tapi saya cuma mau numpang ngeluh, biar air mata saya ngga jadi keluar. berharap tetap bisa berdiri, dan ngga lemes seperti ini

can i do it?

sempat merasakan banyak keraguan.. apakah saya mampu?

can i?

ngeluh

pagi-pagi sudah online. ini pertanda bahwa suasana hati saya sedang sangat buruk.

hormone
tanpa katalis pun hormon saya sudah sangat cepat mengontrol seluruh emosi saya. 1 bulan terakhir saya mengkonsumsi katalis hormon dan akibatnya: setiap hari bertemu wajah muram saya

air
air di rumah sedang tidak beres, rasanya seperti oli, atau bangkai, atau apalah. akibatnya setiap berkumur atau sikat gigi, selalu diakhiri dengan muntah

rumah
sedang di renovasi besar-besaran

hubby
harus menjaga rumah mertua yang sedang ke palembang setiap 2 hari sekali.

kuliah
tidak jadi sidang karena alasan yang tidak dapat saya terima

religi
merasa tidak pernah bersyukur

beda

Seringkali saya katakan pada kolega dan murid saya, bahwa semua manusia itu berbeda, jika suatu hari mereka berani untuk mengatakan seseorang "berbeda" dari mereka, dan atas nama perbedaan mereka menjauhi, saya akan segera menertawakan mereka keras-keras, bertanya pada mereka, apa yang membuat mereka berpikir MEREKA adalah kelompok yang sama?

dan setelah muncul kalimat itu, bahwa setiap manusia berbeda, tentunya muncul logika selanjutnya, yaitu tidak ada alat ukur untuk membandingkan perbedaan.
saya setuju.

tapi pada kenyataannya, saya sendiri, seorang yang berkoar-koar tentang itu semua, tidak bisa menahan diri untuk membeda-bedakan. Terutama menyangkut diri saya sendiri. saya selalu membedakan dan membandingkan anatara saya, dan orang lain.

saya sadar betul, saya adalah orang yang berbeda. pilihan-pilihan saya seringkali berbeda dari orang lain, pola pikir saya seringkali tidak nyambung dengan orang lain, daaaan lain-lain. dan semua perbedaan itu membuat saya seringkali merasa bahagia dan bangga. tapi untuk tidak membandingkan, sulit sekali.

damn, being human is hard. is it? or it's just me?

tauk ah...

dead

hari ini adalah hari penyiksaan untuk saya. Jika biasanya kesendirian adalah momen dimana saya bisa menikmati dunia, berbahagia dan refresh my mood, hari ini nampaknya tidak. Saya berkutat dengan kobohongan yang agak-agak tidak bisa saya tahan. Saya menyiksa diri saya sendiri. Sampai kemudian mereka datang dan mengangkat saya.
Saya tersenyum.
Tapi malam ini, mendengarkan nyanyian dan petikan gitar seseorang, saya merasa benar-benar terbunuh. Kepercayaan diri sayayang tipis mendadak hilang.

Bukan karena lagu yang ia nyanyikan adalah lagu yang indah. Bukan karena suaranya bagus, suaranya hanya cukup. Bukan karena petikan gitarnya karena saya memang mudah terbius dengan petikan gitar. Lebih karena keberadaan dirinya dalam lagu yang ia nyanyikan, keberadaan dia di dunia, dan kenyataan bahwa ia jauh lebih baik dibandingkan saya.
resmi, hari ini saya deklarasikan bahwa: saya bukan siapa-siapa lagi.

let me just have my own darkness, and be gone forever.
kamu sukses membuat saya hilang dari dunia.

looking back

dalam hidup:
orang bilang jangan berjalan sambil melihat kebelakang.

tapi untuk saya, melihat kebelakang adalah panduan untuk perjalanan selanjutnya.
hari ini saya melihat kebelakang, dan mungkin saya melihat terlalu jauh. saya akhirnya jatuh.

*when_i_looking_back_by_mimi75mimi75-d3b2a8w

longest ride home ever

saya mengalami perjalanan pulang kantor yang seakan-akan lebih jauh daripada biasanya hari ini.
seharusnya perjalanan pulang saya kalau naik angkot hanya 20-30 menit, tapi tadi 1,5 jam. Kenapa? padahal rutenya sama.

angkot yang pertama kali saya naiki, ngetem, saya bertanya padanya "mang dah mo jalan belom sih?" dia kacangin, dan mendadak dia ngamuk sama supir angkot satu lagi karena dia menganggap si supir yang satu lagi "mencuri" penumpangnya. mereka nyaris berantem, saling berteriak "t*i" dan akhirnya saya memutuskan untuk ngga berani ganti angkot. setelah total 20 menit setia ngetem akhirnya jalan juga.

ditngah jalan saya harus turun untuk mengambil uang karena ternyata uang saya habis. Dan setelah saya ngambil uang, saya naik angkot lagi. Supirnya masih bocah.. atau paling tidak seumur dengan saya, dan begitu duduk, saya menyadari bahwa supir ini PASTI lagi tinggi, lagi high, lagi mabok. Abisan.. dia ketawa-ketawa cengengesan terus.. dan beberapa kali melakukan aksi aneh semacam menjilat kaca sambil ketawa-tawa.
tapi dia lucu.. ketika sedang ngetem, ada mobil pribadi mengklaksonnya, dia bilang "angkot lu ikutin.. ha ha ha" dan tidak lama kemudian muncullah cewek yang membuat dia ngetem yang ternyata orang gila, kemudian temannya nyaut "orang gila lu tungguin" jadilah saya ikutan ketawa... saya agak ngga tahan mo turun tapi bingung.. tapi akhirnya saya turun.. jarak saya harusnya hanya bayar 1000, tapi uang saya 5000 dan saya ngga tertarik untuk menunggu krembalian.. jadi saya serahkan uang 5000 dan kabuur...

kemudian naik angkot selanjutnya.. baru deh sampe dalam keadaan super capek...

udah ah.. mo tidur