dalam hidup:
orang bilang jangan berjalan sambil melihat kebelakang.
tapi untuk saya, melihat kebelakang adalah panduan untuk perjalanan selanjutnya.

hari ini saya melihat kebelakang, dan mungkin saya melihat terlalu jauh. saya akhirnya jatuh.
*when_i_looking_back_by_mimi75mimi75-d3b2a8w
saya mengalami perjalanan pulang kantor yang seakan-akan lebih jauh daripada biasanya hari ini.
seharusnya perjalanan pulang saya kalau naik angkot hanya 20-30 menit, tapi tadi 1,5 jam. Kenapa? padahal rutenya sama.
angkot yang pertama kali saya naiki, ngetem, saya bertanya padanya "mang dah mo jalan belom sih?" dia kacangin, dan mendadak dia ngamuk sama supir angkot satu lagi karena dia menganggap si supir yang satu lagi "mencuri" penumpangnya. mereka nyaris berantem, saling berteriak "t*i" dan akhirnya saya memutuskan untuk ngga berani ganti angkot. setelah total 20 menit setia ngetem akhirnya jalan juga.
ditngah jalan saya harus turun untuk mengambil uang karena ternyata uang saya habis. Dan setelah saya ngambil uang, saya naik angkot lagi. Supirnya masih bocah.. atau paling tidak seumur dengan saya, dan begitu duduk, saya menyadari bahwa supir ini PASTI lagi tinggi, lagi high, lagi mabok. Abisan.. dia ketawa-ketawa cengengesan terus.. dan beberapa kali melakukan aksi aneh semacam menjilat kaca sambil ketawa-tawa.
tapi dia lucu.. ketika sedang ngetem, ada mobil pribadi mengklaksonnya, dia bilang "angkot lu ikutin.. ha ha ha" dan tidak lama kemudian muncullah cewek yang membuat dia ngetem yang ternyata orang gila, kemudian temannya nyaut "orang gila lu tungguin" jadilah saya ikutan ketawa... saya agak ngga tahan mo turun tapi bingung.. tapi akhirnya saya turun.. jarak saya harusnya hanya bayar 1000, tapi uang saya 5000 dan saya ngga tertarik untuk menunggu krembalian.. jadi saya serahkan uang 5000 dan kabuur...
kemudian naik angkot selanjutnya.. baru deh sampe dalam keadaan super capek...
udah ah.. mo tidur
ketika workshop beberapa hari yang lalu, saya diberi 4 feedback dari rekan kerja saya.. dan 3 dari 4 menuliskan PELUPA sebagai hal dari diri saya yang harus diubah.
Kemudian saya mendapatkan ini:
Blessed are the forgetful: for they get the better even of their blunders
-Friedrich Nietzsche
yeay!i agree...
saya sudah menulis panjang tentang persentase kesempurnaan sesuatu yang sudah hilang, kemudian saya hapus. takut. setakut perasaan saya diperjalanan tadi. setakut perasaan saya barusan, ketika saya membaca pesan dari seseorang.
here i am again.. satu-satunya waktu dalam seminggu penuh penat kegiatan, satu-satunya waktu saya bisa menikmati kesendirian dalam suasana yang benar-benar berbeda.
Sudah dua minggu saya melewatkan kesempatan ini. dua minggu kah? atau seminggu? entah.. terasa sudah lama sekali.
Beberapa saat yang lalu saya berbincang dengan kawan lama, dan perbincangan itu berhenti begitu saja menggantung. Terputus oleh logika.
Saya baru bertemu lagi dengan si bocah kecil. dan lagi-lagi ada saja yang mengganggu saya untuk berbicara padanya, menanyakan beberapa hal. Ia menunduk begitu melihat saya. Entah apa yang ia pikirkan. Mungkin ia ingat bahwa saya adalah "kakak" yang selalu membawakan sesuatu untuknya seingga ia sedikit malu. Mungkin ia kesal, dua minggu kemarin saya tidak hadir padahal ia sudah terbiasa.
Saya sakit lagi... :( suara saya habis lagi
ini sedikit diakibatkan oleh semangat yang terlalu tinggi mengkampanyekan pendidikan inklusi di sekolah tempat saya bekerja. Seminggu sekali saya berkampanye ketika rapat mingguan. dan pada rapat kemarin saya overexcited karena program saya diterima dan akan sepenuhnya dijalankan.
orang dibelakang saya terus menerus berbicara kotor. saya ingin menengok kebelakang dan menamparnya, atau sekedar menyundutnya dengan rokoknya sendiri. sejak tadi ia sedang marah-marah. tas kawannya hilang.
siapa yang menciptakan perayaan hari ulang tahun? saya benci...
dan seperti Eternal Sunshine of The Spotless mind ... Valentine's Day is a holiday invented by greeting card companies to make people feel like crap! Saya setuju... holiday-holiday itulah, perayaan-perayaan itulah.. saya nggak setuju, sama sekali...
hmph... sudah ah... ngoceh ngga pentingnya
mengapa, setiap kali saya membaca dia, dan merasa bahwa apa yang ia katakan adalah pengalaman yang sudah lama saya rasakan, saya jadi merasa... sedikit ketakutan sekaligus bahagia. Takut pada akhirnya tidak ada lagi yang menjadi hanya milik kami. bahagia karena sedikit demi sedikit mereka lebih terikat.
i found these photo on my berry and i thought why not post it on my blog... hehe... these are a photos of both my nephew and my hubby's nephews

me, musa and Khal Ali at Malay Village Cilandak Townsquare

Hubby, Clowny and Haikal at TMII

Me and Musa on our way home

Haikal and the Phonys at Artayasa Stable

Haikal, Nashwa and Hilmi at Ciawi

Haikal Pamer Ompong at Ciawi... the little one is Naveeda, 9 Mth
Picture taken by Nashwa

Haikal At Artayasa Stable's Pool
Those are a few of my in town traveling with family... I've never go out this much before April 18th 2010.. :)