the letter

Biarkanlah saya merasa anda sudah mengetahui apa-apa yang terjadi diantara saya dan dia. Non, saya bukan orang yang terbuka tapi saya tidak pernah menutupi apa-apa di jurnal online saya. Biarkanlah saya merasa anda terancam oleh keberadaan saya di masa lalunya. Perasaan terancam pada diri anda membuat saya merasa tentram. Ya, saya tahu betapa kalimat tersebut sangat hitam dan kasar. Biarkanlah, I am a selfish bitch indeed.

Dalam tulisan saya kali ini saya akan ceritakan pada anda bahwa baru saja kemarin saya katakan pada sahabat saya: “ Saya tahu apa yang akan saya katakana adalah kalimat yang bodoh, egois dan tidak berperasaan. Tapi saya cemburu padanya. Antara cemburu dan lega. Perasaan apa ini namanya. Saya bahagia dengan kehidupan baru saya, Tapi hingga hari ini,dibandingkan dengan kisah saya dan pria lain manapun, ia masih tetap bagian terkental dalam aliran darah saya. Bagian dari dirinya masih mengalir dalam diri saya. Waktu luang saya masih dihinggapi kilasan momen dengannya: penting maupun tidak penting. Ia adalah orang yang mampu membuat saya merasa tinggi sekaligus rendah; bahagia tapi juga tidak ingin hidup sekaligus, dan sikapnya yang seperti itulah yang selalu membuat saya selalu kembali kepadanya. Ia tidak pernah memuji-muja saya seperti pria lain, tidak pula menjunjung saya seperti pria lain, dan semua itulah yang membuat saya percaya bahwa ia nyata. Saya pernah mencintainya dalam keadaan tidak ingin bersamanya. Cinta macam apa itu. Cinta adalah perasaan yang sudah seharusnya tidak dicampuradukkan dengan terlalu banyak logika, tapi itulah yang kami lakukan.

“Saya mencintaimu walaupun seharusnya tidak. Saya tidak ingin mencintaimu. Saya tidak ingin merinduimu.” Begitulah sampai pada akhirnya kami tak pernah lagi menyatakan perasaan kami karena sama-sama merasa ketakutan. Cinta kami selalu disembunyikan dalam kotak teriakan. Dunia kami saling menolak kehadiran masing-masing. Tapi lihatlah semua itu terrangkai dalam cerita yang tak akan terlupakan, menyakitkan tapi juga membahagiakan diri saya. Hitam tapi elegan. Tidak ada bercak, hanya ada rasa sakit hati yang tulus. Perasaan yang tak akan pernah sama.

Tahukah non, tak pernah ada niat menyakitinya begitu sempurna. Tapi saya tak tahu lagi apa yang bisa saya lakukan. Cepat atau lambat perasaan sakit itu akan dating, saya harus menerima kenyataan bahwa kami tak akan pernah bisa bersama. Saya tidak punya kekuatan yang cukup untuk menyakiti orangtua saya. Saya tak bisa lagi berlama-lama membiarkan hati kami terus terbuka dalam keadaan sakit. Lebih baik sekaligus saya matikan penyambung nyawa kami agar tidak selalu berada dalam keadaan koma. Lebih baik kami mati sejenak dan segera merasakan kehidupan yang baru, dalam kebahagiaan maupun kesengsaraan. Semua itu mendadak memang. Apa yang akan kau lakukan jika berada dalam posisi seperti saya?

Selama satu tahun bahagia hidup tapi juga dibayang-bayangi waktu kematian yang semakin mendekat. Kebahagiaan itu tidak nyata. Saya terus menerus memupuk harapan bahwa suatu hari saya akan bersama walaupun saya juga tahu bahwa itu tidak mungkin. Setidaknya, tidak mungkin untuk saat ini. Jika memang Tuhan memberi takdir untuk kami bersama, pasti suatu hari kami akan dipertemukan kembali. Tapi pada saat itu, saya cukup yakin langkah yang saya ambil adalah langkah yang cukup benar, selama 1 jam sudah saya bersujud dan memohon kelapangan hati bagi kami berdua.

Lapang itu kemudian memang saya dapatkan. Tapi untuk menyembuhkan luka yang sudah satu tahun terbuka, dan bertambah besar, membutuhkan waktu yang cukup lama. Godaan untuk bertemu dengannya sangat besar, dan air mata saya terus memaksa untuk keluar.

Perasaan besar saya terhadap dirinya kemudian saya tumpahkan pada seorang anak yang sangat saya sayangi. Anak kecil yang selalu membututi saya di lokasi kerja. Melihat anak itu saya selalu ingat dirinya.

Non, sejak saya membaca tulisan anda, tidur saya tidak nyenyak. Saya selalu terbangun dalam keadaan kaget. Mimpi dikagetkan dengan teriakan, tiga kali berturut-turut. Entah mengapa. Padahal saya yang selalu membuntuti aktifitas anda, biasanya merasa lega –walaupun diiringi sesak- karena merasa anda membuatnya bahagia, jauh lebih baik daripada saya. Anda bisa menemaninya bersama teman-temannya, bahkan anda merasa nyaman berada dekat teman-temannya; sedangkan saya tidak suka teman-temannya. Anda bisa menemaninya pergi ke konser-konser; sedangkan saya tidak suka keramaian, juga tidak pernah punya kesempatan. Anda menyayangi kucing-kucingnya; sedangkan saya selalu menendang kucingnya jauh-jauh.

Setiap kali saya ke kota itu, saya selalu berharap menemukan anda berdua dengannya. Saya ingin melihat langsung kebahagiaan itu walaupun kemudian saya akan mendapatkan hantaman besar di seluruh tubuh dan organ saya. Saya menikmati rasa sakit, dan rasa sakit semacam itu yang akan membuat saya merasa hidup, bahwa saya memang ada. Makanya saya selalu membaca kehidupan anda, agar saya sempat merasakan sakit walaupun sedikit.

Melihat anda bersama dengannya membuat saya bahagia walaupun cemburu.

Maaf kalau saya terlalu panjang berbicara, membicarakan sesuatu yang mungkin tidak anda tanya. Tapi tidak anda tanya pun, saya tetap akan bercerita: demi diri saya sendiri. Saya harap anda mendapatkan akhir bahagia yang anda inginkan. Kebahagiaan seperti yang pernah saya harapkan bersamanya, dalam angan-angan dan khayal kami, bahkan lebih baik dari itu.

awal tahun yang sunyi

Aku kehilangan ikatan dengan hujan. Bahkan beberapa kali aku berdecak kecewa ketika hujan turun. Setiap kali itu terjadi, aku merasakan galau yang luar biasa di malam harinya.

Malam ini aku membungkan bibir, menggelapkan pengelihatan, menyumbat kedua kupingku untuk waktu yang cukup lama. Aku tak ingin terganggu. Setelah melakukan berbagai kewajibanku, aku langusng masuk kamar. Memasang nyawa melankolisku kembali: Ari-Reda dengan Musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, dan kalimat-kalimat Ia yang sempurna di hati ku.

Keramaian tadi malam membuatku merasa hilang. Seperti biasa, aku dan keramaian bukanlah komposisi yang tepat. Seperti mencampur adukkan racikan teh yang sudah sempurna. Seperti meminum kopi dengan air yang kurang matang. Tidak lagi dapat dinikmati, dan efek semua itu baru terasa ketika semuanya sudah terjadi.

Aktifitasku akhir-akhir ini, sungguh memperkosa imajinasi. Aku tak lagi punya kesempatan untuk sendiri dan melihat gambar apa yang awan berikan padaku hari ini. Ada cerita apa dibalik wajah orang di depanku. Tak ada semua itu. Aku ingin berlibur, tanpa perlu basa basi. Tanpa perlu banyak bicara.

da*n

semua orang membuat renungan tentang apa saja yang telah mereka lakukan selama1 tahun terakhir. Saya tidak pernah melakukan ini sebelumnya, tapi malam ini saya ingin.

apa saja yang sudah saya lakukan?

1. Saya melaksanakan resepsi pernikahan saya setelah 4 bulan sebelumnya melakukan pernikahan di rumah
2. Saya menyembunyikan erat masa lalu saya di belakang tubuh saya, membelainya mesra dan tak mau melepasnya
3. saya melepaskan masa lalu saya dan membiarkannya membebaskan binatang-binatang lain yang lebih membutuhkan kebebasan
4. cerpen saya masuk majalah femina
5. saya mendapatkan nilai terbaik dalam ppl
6. saya melakukan seminar proposal dan meninggalkannya begitu saja selama 2 bulan
7. Saya merasakan berrumah tangga di rumah cinere tanpa ada ayah-ibu-dan kedua kakak saya
8. Saya ingin hamil tapi belum ditakdirkan, dan saya juga agak takut hamil *?*
9. Memotong rambut saya sangat pendek membuat abang shock dan sedikit ngambek
10. Sayapunya keponakan
11. Saya belum banyak berubah
12. saya bekerja tapi hanya 1 bulan saya berhenti
13. saya masih ingin menangis tiba-tiba, seperti sekarang ini
14. saya sadar saya bisa melakukan lebih banyak prestasi daripada apa yang sudah saya dapatkan, tapi saya lebih memilih tidur-tiduran dan nonton dvd..
9.

looking back

jadi tidak salah kan kalau aku pernah bilang suatu hari kita akan menemukan jalan kita masing-masing dan bahagia melewatinya? bahwa apa yang terjadi adalah apa yang memang sudah seharusnya terjadi dan tidak perlu ada apa-apa yang kita sesali.
siapa yang bisa menyangka kalau aku dan kamu yang begitu satu, saat ini terpisah, dan bahagia. Kita sama-sama menemukan belahan diri dan hati yang lebih pas dan tidak menimbulkan. kerisauan, kekacauan dan kegelisahan. Kita bahagia dan baik-baik saja. Setidaknya itula yang aku lihat dan rasakan.

Semakin aku yakini bahwa orang-orang yang mengatasnamakan cinta untuk segala hal adalah orang-orang yang rugi, dan tidak berpikir panjang.
Kebahagiaan kita menyangkut kebahagiaan orang-orang disekitar kita. Itu pasti. Satu tahun sudah berlalu sejak kejadian yang mengejutkan hampir semua orang: orang-orang di belakangmu maupun dibelakangku. dan setelah kejutan itu kita pikir kita sama-sama tak akan berdiri. Tapi lihat yang terjadi. Kita lebih bahagia dari sebelumnya.
kebahagiaan yang ada pasti berbeda. tapi bukan berarti tidak bahagia.

sore

sore adalah waktu yang tepat untuk duduk sendiri di teras rumah, menikmati secangkir teh tubruk yang kental, merasakan pahit sepat dan manis yang melepaskan penat. Menikmati kopi tubruk dengan sedikit campuran bubuk kayu manis yang wangi.

Mendengarkan suara sore:
angin yang berhembus dan suara anak kecil berlarian. Melihat warna langit yang sempurna. Mencium wangi jalan yang tersiram air hujan atau air siraman ibu-ibu tetangga.
semua indra bekerja dengan bahagia. Mata yang melihat keindahan. Pengecap yang mengecap kesempurnaan. Kulit yang merasai hembusan angin nikmat. Telinga yang mendengar kebahagiaan. Hidung yang membaui wangi.

sore, adalah waktu yang paling membuatku tenang.

baby musa

3:37:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
saya sibuk melarikan diri ke dunia yang jauh lebih menyenangkan dibandingkan kehidupan yang sebenarnya. Kakak memberikan saya keponakan pertama, cucu pertama untuk ayah dan ibu. Namanya Musa Kazhim. Beratnya 3,5 kg ketika lahir, panjangnya 51 cm ketika lahir. Hari ini iaberumur 8 hari, pasti sudah lebih besar.
i love you baby musa...

hei.. *kecil-kecil sudah pintar ngegoda*


pipi gembulnya yang bikin saya selalu pengen dikiiiiiiiiiiit aja mencubit atau menggigit
First Smile
Kesel karena dikeluarin dari perut Umma
Cobain tengkurep supaya sehat dan kuat


Dan saya tidak akan membiarkan orang-orang merusak kebahagiaan saya dengan bertanya "afifa kapan nih?" i really hate that question. Dan saya tidak akan menggubris mereka-mereka yang senantiasa bertanya "nggak pengen yang begini?" atau "udah isi belom?"

itu basa-basi, saya benci basa-basi.

lebih baik saya diamkan saja, dan mempermainkan musa seperti dia anak saya sendiri. i love you musa.. mwach :*

P.S : abang bilang, "baru punya ponakan aja aku dah ditinggal terus gimana ntar punya anaaak..." nyahahahahaha sorry hubby

i love you till the end

Saya dan abang memang memiliki selera yang berbeda dalam hal musik. Sementara ia menyukai top 20 music, saya tidak suka lagu-lagu yang umumnya ada di top 20. Terutama kalau itu top 20 nya Indonesia jaman sekarang. Abang tidak nyaman mendengarkan playlist lagu-lagu saya yang katanya "terdengar asing". Memang orang pada umumnya tidak senang mendengarkan lagu dari mp3 karena rata-rata lagu aneh yang tidak banyak orang tahu, atau lagu jazz.
Tapi, lagu yang sudah pasti kami berdua bisa nikmati adalah lagu-lagu the beatles.

Malam ini, saya merasa lucu sekali. Abang memasang lagu yang katanya "romantis" dan melingkarkan tangannya di lehernya yang sedang terasa hangat. Hehehe... we danced like a crazy person. And it was fun...

I'm lost for words don't tell me
All I can say
I love you 'till the end

Malam ini ditengah kekonyolan dan norak itu, saya merasa sangat menyayangi abang. dan bersyukur Tuhan memilihkan ia untuk mendampingi saya.