plp day 42 + 43

Mungkin terlihat... blog ini dituliskan dengan judul PLP day 42 +43. padahal post sebelumnya PLP day 40.. itu soalnya ternyata saya salah hitung... memang ini adalah hari ke 43.. saya pernah menuliskan PLP day 38 2x.. jadi lah salah... tapi blog sebelumnya tidak ada yang saya ganti demi kemalasan dan kerepotan..

okeh, kita mulai ceritanya...

saya sedang...
sibuuukkk!!!!
nggak sesibuk itu juga sih sebenernya, lagi males-malesan malah. Kata ibu aku mengalami sindrom terlalu semangat pada awalnya. Hehehehe...
Tapi setelah rehat sejenak dari mengajar di kelas, hari ini akhirnya mengajar lagi. Semangat muncul lagi. Alhamdulillah...

ini adalah bentuk kemalasan kami... bermain-main padahal anak-anak masih ada.. bahkan itu raket, 3 orang itu ngambil punya anak-anak.. weleh-weleh...

Oke.. sekarang ceritanya... Wait.. sebelum bercerita tentang hari ini.. sudah seharusnya saya bercerita tentang kemarin.

Kemarin, seharusnya saya mengajar di kelas 6 SDLB Tunagrahita ringan. Isinya 4 orang. Rizki yang selalu berrompi, Reza yang selalu teriak. Rini dan Wina yang jutek. Tapi karena saya benar-benar malas, bahannya jelek, dan teman-teman yang lain pun mendadak malas mengajar, akhirnya saya tidak jadi mengajar. Saya mencatat pekerjaan yang harus dilakukan besok, plus bermain dengan Ramdan dan Yaya di ruang perpustakaan karena mereka tidak mau masuk kelas. Kemarin saya menyuruh ramdan mewarnai dan juga bersama dengan teman saya kami mengajarkannya nama-nama binatang. Saya juga mengajarkan Ramdan cara menggunakan kamera. Sedangkan Yaya mewarnai dan belajar menuliskan namanya. Note: YAYA sudah selesai Ujian Nasional SMA. Hebat kan? Sudah selesai UN tapi belum bisa menulis nama. kacau memang negara tempat Yaya tinggal ini.


Ramdan belajar nama-nama binatang sama bu herra

Ramdan mulai bosan dan memutuskan untuk "sare weeee lah, ibu mah dodol ngomong wae"
(tidur aja ah...ibu mah dodol, ngomong terus)

Yaya yang sepanjang hari seperti itu, dan tetap tidak berhasil menuliskan namanya.. :(

Begitu saya bilang, "dan, bangun, ibu foto.." langsung semangat dia.. hehehehe

Kemudian dengan manisnya ramdan meminta izin untuk pinjam kamera,
saya ajari ramdan cara menggunakannya
Itu yang ramdan foto pertama kali bu Tsania...

Ini saya suruh ia foto binatang-binatangnya,
itu ada kertas yang ngintip, itu hasil mewarnainya yang cukup rapih

Bagus juga hasil fotonya Ramdan.. hihi..

Kemarin saya mendatangi seminar Mendampingi ABK di kelas Reguler di SD Gagas Ceria. SD Gagas Ceria ada di Jl. Malabar,,, keren bangeeett!!! Tapi seminar nya agak mengecewakan karena lebih banyak membahas tentang siapa itu anak ADHD dan LD dibandingkan dengan bagaimana Mendampingi abk di kelas reguler. Saya merasa bosan, karena saya sudah tahu siapa dan bagaimana anak ADHD dan LD itu.. tapi ya nggak apa-apa sih, karena saya menjadi dapat pandangan baru. Narasumber memiliki persepsi yang berbeda tentang anak LD dibandingkan dengan dosen dan literatur2x yang saya baca.

Kemudian untuk hari ini, akhirnya saya mengajar juga di kelas 6 SDLB Tunagrahita ringan. Saya mengajar tentang Bencana Alam. Karena ruang kelas 6 dipakai ujian, jadi diputuskan Siswa kelas 6 pindah ke ruang kelas 5, itu berarti muridnya juga digabung. Jadi selain 4 ang sudah saya sebutkan, ditambah Ramlan dan Ivan, yang ruang kelasnya bergabung dengan kelas 1 sdlb isinya 4 orang. Total siswa 10. Itu adalah kekacauan untuk SLB. Tapi Alhamdulillah kelas terkenadali karena mereka mau bergantian cerita tentang bencana alam yang pernah dialami. Tapi begitu saya berikan puisi untuk dibaca, karena ada yang sudah bisa baca ada yang belum, kelas jadi agak kacau. Untung pembimbing cepat tanggap jadi siswa yang kelas 1 dipindahkan.

Suasananya kemudian cukup menyenangkan. Membaca puisi tentang bencana alam, bercerita tentang kejadian yang pernah dialami atau dilihat di tv, dan membahas penanggulangan bencana alam serta kerja sama yang bisa dilakukan dengan tetangga. Menyenangkan lah pokoknya.
Hm.. kemudian seharusnya hari ini kesenian, tapi kami semua lupa bahwa ini hari selasa, jadi tidak jadi deh.
Besok pun belum ada senam... dan kami masih belum tahu mau mengisi olahraga dengan apa.

Caged Bird

Beberapa bulan yang lalu, aku memikirkan cara untuk melepasmu. Aku tahu bagaimana rasanya terpenjara didalam sangkar. Semua orang memperhatikan gerakanmu, entah mereka mendengar atau tidak tangisan dibalik senyum dan tawamu. Kemudian ketika pada akhirnya kau terbang terlepas dari sangkar yang mengurungmu, kau tidak benar-benar pergi. Aku tidak mengerti apa lagi yang kau cari. Mengapa kau mendekatkan dirimu pada ketidakbebasan?

Hari terus berlalu dan kau akhirnya tidak lagi datang. Kau telah pergi dan menari di langit cerah -tempatmu seharusnya.
Sore ini aku memandang sangkarmu yang kubawa pulang. Aku merindukan nyayian soremu. Aku merindukan kicaumu yang selalu mengantarkanku tidur.
Tapi entah kau ada dimana. Aku ingin kau kembali menemaniku. Tapi aku sangat yakin, jika kau datang kembali kesini, sebelum kau sampai ke sangkarmu, sebelum kau hinggap di pundakku, orang-orang itu akan lebih dulu menangkapmu.


CAGED BIRD - Alicia Keys

Mmmmmm Mmmmm
right now i feel like a bird
caged without a key
everyone comes to stare at me
with so much joy and revelry
they don't know how i feel inside
through my smile i cry
they don't know what they do to me
keeping me from flying
that's why i say that i know why the caged bird sings
only joy comes from song
she's so rare and beautiful to others
why not just set her free
so she can fly, fly, fly
spreading her wings and her song
let her fly, fly, fly
for the whole world to see
Mmmmm Mmmmm
she's like a caged bird
fly, fly
Ooh, just let her fly, just let her fly, just let her fly
spread your wings, spread beauty


empty_cage____empty_heart_by_nerdynotdirty

plp day 40

6:22:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Okeh.. ini bukan sebenar-benarnya hari ke 40 PLP, lebih dari itu, tapi 40 adalah hari yang sudah saya jalani. 40 hari masuk. Saya sedah pernah bolos beberapa kali, tapi 40 adalah jumlah hari kedatangan saya.
Hari ini, seperti HarPitNas pada umumnya, sekolah sepi. Tapi HarPitNas kali ini paling parah. Siswa kelas 1-2 SMP libur,siswa kelas 3 SMP ujian, siswa SMA sebagian besar adalah siswa kelas 3, mereka libur karena sudah ujian. Sisanya SD, yang lumayan banyak. Tapi hari ini, siswa yang datang ke sekolah hanya 2 orang. Isti dan Farhan. GOOD!
Akan menjadi garing sekali pramuka hari ini. Untungnya ada 7 siswa-siswi dari SLB Tunarungu. Jadi lumayan lah..mereka juga biasanya iut pramuka bersama kok.

Pramuka hari ini, ngapain?
Sayang sekali saya lupa mencharge baterai kamera saya.
Tapi tidak apa-apa karena pramuka hari ini tidak terlalu seru.

Pramuka hari ini
Sebelum pramuka kami menggunting kertas warna dengan 8 bentuk bintang, 10 segitiga dan 18 persegi. Setelah itu kami menyebarkannya di seluruh sekolah. Tempat yang tinggi dan rendah. Tugas anak-anak adalah mencari sebanyak-banyaknya kertas warna tersebut. Setiap menemukan bentuk bintang mereka memperoleh skor 3, setiap bentuk segitiga mendapatkan skor 2, dan setip bentuk persegi bernilai 1.
9 orang anak itu tersebar.. lumaya seru.. hanya sajaa... ternyata kurang banyak kertas warna yang tersebar.. sehingga permainan berakhir dalam waktu 10 menit. GAK SERU! tapi anak-anak terlihat cukup senang sih. Setelah itu kami menghitung skor yang diperoleh masing-masing anak. Kemudian bernyanyi bersama.
Masih banyak waktu, okeh.. sebagian anak mewarnai, sebagian lagi main bola. Lomba memindahkan bola dari satu keranjang ke kerangjang yang lain. Udah deh.. jajan bersama.. kemudian saya dan teman-teman main galasin/gobak sodor, istirahat di perpus, pulang.

Garing..

dan kami semua mengeluhkan rasa bosan terhadap PLP. Mulai lelah dan bosan dengan rutinitasnya. Kangen sama anak-anak. daaan lain-lain.

Oh iya, hari rabu saya tidak masuk, saya mengalami krisis rasa bahagia dan penyakit pusing akibat rasa bosan.

hidup sehat

mengapa sih, suliiiiiiit sekali untuk merencanakan hidup sehat?

minum air 8 gelas sehari

Minum 2 Liter satu hari, aaiihh.. sulitnya bukan main. Sambil mengisi botol minum saya yang bermuatan 350 ml, saya mengatakan, alhamdulillah ini botol terakhir... aku udah minum 3 botol. Kemudian baru ingat.. seharusnya 6 botol.

olahraga teratur

Olahraga teratur masih lumayan lah.. seminggu minimal 1x saya olahraga... tapi 3 minggu terakhir saya tidak olahraga karena di SLB sedang ujian. Baru tadi pagi saya kembali olahraga sendiri di rumah, treadmill. Tapi selama PLP lumayan lah setiap hari pasti ada jalan kakinya, pasti ada ngerjar anak-anak.
mengurangi manisan

Mengurangi manisan? Gosh... saya saja harus minum teh setiap hari... biasanya 2x dalam sehari. Gulanya berarti 6 SDT, ditambah susu, 2 SDT (untung saya tidak suka susu yang manis) kemudian ditambah lagi kecanduan saya terhadap permen?! Hiks.. Dokter bilang walaupun saya tidak gemuk tapi tetap harus mengurangi manisan. Saya ingin tampar dokter itu keras-keras.

menikmati setiap hari


Menikmati hari,,, hahaha.. bukannya saya tidak menikmati hari-hari saya. Tapi saya sering sekali mengingat hal-hal buruk, memikirkannya sampai stress.. menikmati stress itu.. entah kenapa.. stress itu seru! hehehehe...

dan sekarang saya akan minum lagi, sebelum hari semakin malam dan saya semakin malas..



aih...empat hal kecil yang ternyata sulit untuk dilakukan.

hujan

4:29:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
sabar ya...

kalau kamu memang tidak suka hujan.. suatu hari hujan akan berhenti. Kalau kamu merasa terganggu dengan hujan, kamu bisa selalu memakai payung atau jas hujan.


Tapi sebenarnya hujan adalah anugerah yang sangat indah. Kamu bisa bermain air setelahnya. Bahkan kamu bisa bermain air ketika hujan. Jangan terganggu dengan hujan, berlari saja...
Kamu tidak akan sakit kalau kamu tidak memikirkan rasa sakit. BERLARI SAJA.... NIKMATI AIR HUJAN...



Hujan itu sebenarnya sesuatu yang bisa menguatkan kamu.

Segala sesuatu yang memusingkan bisa kita lewati jika kita mau memikirkannya sebagai segala sesuatu yang menyenangkan. Bermainlah, bersenang-senanglah.





Aku memikirkan kemana saja kamu selama ini, tidak lagi terdengar, tidak lagi terlihat. Ternyata hujan mengurungmu. Ayo keluar! aku ingin dengan ceritamu...

bicara tentang inklusi

3:19:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
seperti saran dosen saya dalam rangka membantu pembuatan proposal skripsi, saya akan menuliskan sebuah permasalahan yang sedang saya pikirkan.

Kemarin ketika saya izin PLP, saya mengisi apel pekan mingguan di SMA Lazuardi. Ini adalah kedua kalinya saya diundang kesana. Alasan saya diundang sama, karena terjadi "keisengan" terhadap anak berkebutuhan khusus disana. Panggilan yang terakhir ini sekedar untuk "mencharge" ingatan mereka.

Karena panggilan inilah saya mendapatkan ide untuk penelitian skripsi.

Begini ceritanya...

Saat ini, berdasarkan peraturan pemerintah, sebuah sekolah memiliki kuota tertentu *yang saya belum berhasil mengingat* untuk menerima anak berkebutuhan khusus. Di Indonesia, sudah ada beberapa sekolah yang menjalankan kebijakan ini. Kebijakan ini biasa disebut sebagai Sekolah Inklusi, atau sekolah yang ramah. Saya bahagia dengan keadaan ini. Saya bersyukur karena anak berkebutuhan khusus diperbolehkan untuk sekolah di kawasan yang sama bahkan kelas yang sama dengan anak-anak lainnya. Akan tetapi, sekolah inklusi bukan sekedar menerima anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi juga bukan sekedar membaurkan anak berkebutuhan khusus dengan "anak normal". Sekolah inklusi adalah sekolah yang ramah terhadap semua siswanya. Secara kurikulum, fasilitas, dan laiin-lain, baik untuk anak berkebutuhan khusus maupun yang "normal".
Ketika saya sharing di SMA Lazuardi, saya katakan pada adik-adik kelas itu,
bahwa sebenarnya semua siswa, semua orang, memiliki kebutuhan khususnya masing-masing.
Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam belajar, memiliki kemampuan yang berbeda-beda terhadap mata pelajaran tertentu. Anak yang sangat mahir dalam TRIGONOMETRI belum tentu juga mahir dalam ALGORITMA walaupun sama-sama matematika. Sama halnya anak yang mahir dalam Bahasa Inggris belum tentu mahir dalam Bahasa Jawa, Matematika, Bahasa Indonesia, dan lain-lain. Setiap orang memiliki kekhususannya masing-masing, karena itulah PENDIDIKAN INKLUSI seharusnya ada untuk mendukung masng-masing kemampuan anak, dan meminimalisir kekurangannya.

Tapi apa yang saya bicarakan adalah sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan, walaupun bukannya tidak mungkin.

Salah satu dari proses berjalannya pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus adalah teman-teman yang ramah. Selama ini kebanyakan penelitian dan wacana selalu membicarakan pendidikan inklusi dari segi anak berkebutuhan khusus. Tapi bagaimana dengan teman-teman mereka? Bagaimana sebenarnya sikap siswa lain terhadap keberadaan teman mereka yang terlihat berbeda? Jika ternyata keberadaan anak berkebutuhan khusus dilingkungan mereka justru dijadikan bahan tertawaan, ejekan dan membuat teradinya bullying di sekolah, bukankah itu berarti pendidikan itu sama sekali tidak ramah dan justru menggeser prinsip sekolah inklusi? Bukankah harapan orangtua ketika memasukkan anaknya ke sekolah reguler adalah agar anaknya mampu berbaur, berteman, dan bersosialisasi dengan teman-temannya yang "tidak berkebuthan khusus"?
Sejauh ini yang sering saya lihat, pada jenjang sekolah dasar, anak berkebutuhan khusus diperlakukan dengan baik, mereka justru sangat dilindungi dan disayangi oleh teman-temannya. Tapi bagaimana dengan di sekolah menengah, ketika remaja pada umumnya mulai mencari peer group yang dapat membuat mereka populer, atau peer group yang "asik diajak main*. Apakah anak berkebutuhan khusus masih akan diajak?

Makanya.. saya akan mengangkat skripsi tentang penerimaan anak berkebutuhan khusus di sekolah menengah. Apakah keberadaan mereka disana sesuai dengan harapan orangtuanya? Apakah keberadaan mereka disana membantu mereka dalam bersosialisasi?

kangen

Ibu kangen sekali sama kamu. Kangen sama suara tawa kamu yang menghilangkan penat ibu. Kangen sama manjanya kamu ketika minta dipangku. Kangen sama tangan kamu yang selalu menarik ibu untuk membacakan buku. Kangen sama kebiasan kamu membuka sedikit baju kamu untuk menempelkannya ke tembok kamar yang dingin. Kangen sama semua hal tentang kamu. Kangen sama lagu-lagu aneh kamu.

Ibu tidak tahu kapan kamu akan datang. Kamu belum bisa memastikan. Belum ada yang bisa memastikan.

Ibu belum bisa tersenyum lagi, nak. Ibu merasa seperti terpisah dengan jiwa ibu. Seperti perjalanan yang setiap hari ibu jalani ini, tidak berarti. Kosong. Tidak ada yang bisa ibu ceritakan. Ibu jadi cepat merasa lelah.

Cepat pulang, nak..

Ibu tidak bisa terus-terusan hanya memandangi fotomu.





untuk k.k.