a little pray

saya mau ngoceh dalam arti sebenarnya.
Entahlah siapa yang membaca blog saya. Mungkin satu-dua orang, mungkin beberapa orang yang sekedar scroll down tidak membacanya.
Whatever, saya membutuhkan menulis. dan saya ingin menulis blog.

Justru terkadang saya takut ada yang membaca blog saya, dan kemudian mengenal saya. Saya tidak ingin dikenal lebih dalam. Tapi saya juga ingin seseorang -other than my mo- tahu bahwa saya bukan afifa yang lemot, saya justru terlalu jauh mengartikan perbincangan seseorang. That's why i fall in and out of love quickly.

Dan sekarang apa yang akan saya ocehkan adalah..

apa ya?

Saya tiba-tiba ingat perjalanan perasaan saya yang saya ingat sekali, dimulai sejak saya kelas 3 SD. Saya adalah anak bontot yang sangat kekanak-kanakan tapi seseorang membantu saya matang lebih cepat. *i don't hate you anymore*
Ketika itu ibu pun tahu saya lebih cepat dewasa dibandingkan teman-teman saya, bahkan mungkin dibandingkan kakak saya. Saya dan keluarga saya *setidaknya itu yang saya rasakan* menilai saya menyukai laki-laki baik hati, a geeky kind of guy yang tidak terlalu banyak bicara.

Tapi ternyata sang katalis, kalau boleh saya menyebutnya seperti itu, mengubah persepsi saya tentang geek guy.
Sejak saya mulai benar-benar puber berbarengan dengan teman-teman saya, banyak orang bertanya:

"apa yang kamu sukai dari pria itu?"
"apa sih yang kamu lihat dari seorang pria?"

dan saya tidak pernah bisa menjawab pertanyaan mereka. Karena perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dipertanyakan. Saya tahu perasaan bisa diatur oleh logika, tapi saya juga tahu bahwa datangnya perasaan tidak bisa kita kontrol. Namun sekali lagi, ketika perasaan telah datang, kita bisa mengontrolnya.
Baiklah kembali ke pertanyaan tersebut.

Pertanyaan mereka kemudian saya pikirkan. Dan datanglah jawaban-jawaban dari logika saya.
Iya, apa yang membuat aku menyukai mereka? Cakep enggak, pinter juga biasa aja, style juga mendekati aneh, keuangan biasa aja, baik? ah rata-rata dari mereka justru kasar.

Tapi saya suka mereka. dan hari ini saya sadar bahwa mereka semua memiliki satu masalah yang sama. Yaitu masalah yang tidak seharusnya mereka hadapi.

Saya selalu berada di pihak pria-pria bermasalah. Pria-pria yang pada umumnya tidak akan dipilih wanita lain karena merepotkan, menyebalkan, cerewet, oversensitive, tukang ngamuk, kasar, chain smoker, dan lain-lain.

Mungkin memang bad boys really have some magnet over girls. Tapi saya selalu terlalu memasuki kehidupan mereka, sehingga saya pun bermasalah.

Sampai pada suatu hari, saya lelah. I have my own drama, dan saya lelah menjadi tempat bersandar, saya lelah mengatakan everything will be alright, saya pun lelah berlari.


Saya kemudian diam. Saya lebih suka sendiri. tapi saya kesepian.

saya sadar saya tidak bisa menentukan pilihan. saya selalu punya TAPI.

saya katakan pada ibu, saya ingin punya seorang suami yang stabil tanpa membawa masalah, seseorang yang tidak memperdulikan masalahnya, tidak membeberkan semuanya kesaya. Seseorang dengan cerita yang biasa saja tentang hari nya. seseorang yang tenang dan menenangkan saya. seseorang yang tidak menarik tangan saya untuk selalu berlari. I hate running, i love to walk.

Saya temukan orang itu kemudian.

tapi justru saya yang selalu menarik tangannya.

dan pada suatu hari saya lepaskan genggaman tangan saya. Demi kesehatan kami karena berlari terus menerus itu tidak baik. Demi ibu saya yang selalu ada untuk saya. Demi keluarga saya yang akan selalu menjaga saya. Demi ayah yang selalu menyelimuti saya. dan demi kewarasan diri saya sendiri.

Saya percaya niat yang baik akan membawa saya pada ketenangan yang lebih abadi, *kalau abadi itu nyata*, dan saya percaya niat yang baik akan membawa saya pada kehidupan yang lebih baik untuk semua.

Dan ternyata ketenangan itu hari ini saya temukan, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. dengan semua kekecewaan dan kebahagiaan saya karena mendapatkannya. Dengan semua rasa curiga dan percaya saya. Dengan semua doa dan harapan saya. Dengan semua air mata dan tawa saya. Saya menyerahkan semua padaNya. Saya percaya Ia akan memberikan yang terbaik kehadapan kami, paling tidak untuk orangtua saya.

“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”

Lost_in_a_world_of_her_own_by_sherlyn
Happiness_by_oscarsnapshotter

PLP day 36

4:37:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
PLP hari ini... saya ngajar kelas 1 SDLB Tunagrahita ringan.. Seharusnya ada 4 orang yang masuk, Iyan, Rizki, Alio yang super cerewet dan aktif, dan Dipa yang selalu tersenyum ramah. Tapi Alio dan Dipa tidak masuk entah kenapa. Namanya memang Dipa, bukan Diva, bukan Difa, tapi Dipa. Oleh guru pembimbing saya, supaya kelas lebih rame, ditambah 2 siswa dari kelas 5, yaitu ramlan dan Ivan, yang kemarin saya ajari tentang kesehatn, yang pembelajarannya saya sangat kecewa itu.
Jadi.. hari ini saya mengajari anak-anak tentang bangun datar dan tentang teknik cetak sederhana. Saya mengajari mereka bangun segitiga, persegi, persegi panjang dan lingkaran. Kemudian saya minta mereka mengelompokkannya kedalam kotak yang sudah saya siapkan. Mengelompokkan benda berdasarkan bentuknya. Kemudia setelah itu, saya ajari mereka mencertak bangun datar itu ke kertas warna, mengugnting kertas warnanya, menempelkan kertas warna ke bangun datar, daaan terakhir.. membentuk semua bangun datar itu menjadi bentuk rumah

Anak-anak sibuk mengerjakan rumah warna-warni mereka masing-masing. Tapi mereka tampak senang. Yang di sisi kiri itu Ramlan dan Ivan dari kelas 5, dan yang disebelah kanan adalah iyan dan Rizki. Walaupun Iyan lebih cepat belajar, tapi ternyata motorik Rizki lebih baik.

ini Iyan yang memutuskan untuk menambah matahari dan awan pada gambarnya,
tidak lama setelah itu ia menggambar hujan, banjir, mobil..
terakhir ia gambar bulan..
Iyan yang penurut itu ngotot harus ada gambar bulan di gambarnya
walaupun sudah ada matahari.


Ini Rizki yang sama sekali tidak mau menambah apa-apa digambarnya,
dan memutuskan untuk memajang hasil karya nya di kamar mandi

Ini Ivan yang selalu saya panggil Iyan entah mengapa.
Ia menambahkan gambar pohom, orang, mobil dan kapal.. hehe
Hasil Karya Ivan adalah yang paling rapih

Ini Ramlan,
Ia menambahkan gambar Bulan,
mengakibatkan Iyan mau ikut-ikutan,
kemudian menambahkan gambar orang.
Hasil karyanya adalah karya yang paling saya sukai

dan ini mereka semua.. yang sangat tegang karena mau difoto, Lihat gambar Iyan akhirnya sangat ramai. Lihat juga bagaimana sekat-sekat kelas mereka. Lihat ada kursi di sebelah kiri? itu kelas 5 Sd, lihat kursi di sebelah kanan? itu kelas 1 sd.. tanpa penyekat. Weleh weleh..

Saya cukup puas dengan pengajaran hari ini. Saya senang dan anak-anak pun tampak senang. Setelah mengajar saya dan teman-teman melanjutkan membuat asesmen pre akademik. Kami selesai membuat asesmen pre akademik berhitung, tinggal membaca dan menulis, kemudian membuat medianya. Huaahh...

oh ya, Ramdan yang kemarin dijahit itu.. ternyata tidak masuk hari ini. Semoga Ramdan masuk besok, karena saya sudah kangen..:p

PLP Day 35

Hari ini seharusnya saya mengajak jalan murid-murid yang minggu lalu belum sempat ikut jalan-jalan. Seharusnya jalan-jalan hari ini lebih bermanfaat. Karena ketika sampai di lapangan kami akan mengukur kecepatan anak-anak berlari sehingga ketika ada SOIna ( Special Olympics Indonesia) kami tahu siapa-siapa saja yang bisa ikut. Hari ini seharusnya ada 5 kelas yang ikut.
Kemudiaan... semua rencana sudah tampak menyenangkan dan rapi, tapi entah mengapa ada 1 guru yang tidak setuju muridnya diajak jalan-jalan, dan kemudian mengajak 1 guru lagi untuk ikut mengatakan ia tidak setuju. Gitu deh pokoknya, saya sebel banget. Udah gituuuuu... mereka minta kami mengajar murid-murid mereka yang sudah menunggu di kelas. Kelas 1-2 smp dan kelas 5 SD yang digabung, total 12 orang di dalam kelas yang diisi 9 orang saja sudah sumpek. SAYA SEBEL! kelas sama sekali tidak kondusif, Didalam kelas, selain ada 12 orang anak, ada saya dan 2 orang teman saya. Tidak bisa tidak, saya harus bersama 2 orang teman karena satu dan lain hal.
Saya dan teman-teman bingung harus apa. Karena lapangan tidak bisa digunakan, kelas sumpek. Akhrinya kami suruh mereka menggambar bebas, dan mereka-mereka yang tidak bisa menggambar kami suruh mewarnai.

Saya kemudian keluar kelas untuk mengambil pensil warna saya. Dan saya lihat di satu kelas berkumpul guru-guru yang menyuruh kami mengisi kelas, mereka sedang bercanda disana.

Saya benar-benar kesal. Karena seharusnya saya bisa menyelesaikan tugas yang lain pada saat itu. Seharusnya anak-anak bisa diajarkan pelajaran yang seharusnya mereka pelajari, dan bukannya menggambar. Bukannya diisi oleh orang-orang yang tidak tahu sudah sejauh mana materi mereka. Sungguh saya sangat kesal.


Sudahlah.

And this is where story of the day starts

Kemudian setelah istirahat saya dan teman-teman mengunci diri di perpustakaan. Tapi RAMDAN, murid yang sangat bandel tapi saya sukai itu, terus-terusan menggedor pintu, memasukkan sampah lewat ventilasi, memanggil-manggil. Akhirnya saya bukakan pintu,

Ramdan: Bu Fifa mah dodol basi, dikunci wae panto na..
Afifa : Ramdan kenapa ngomong dodol aja terus, suka dodol?
Ramdan: ..... *dengan wajah "apaan sih ni orang" dan wajah ingin menggoda minta di jewer..
afifa: Dan, kenapa nggak masuk kelas? Kan bu Elly udah masuk?
Ramdan: Bae wee.. males..
Afifa: Ayo belajar sama ibu disini.. buka sepatu nya..
Ramdan: .... *diem lagi, mau tapi maluuu...
Afifa: ayo dan.. sok ambil buku nya...

kemudian dia masuk ke kelas dan mengambil bukunya.. Ramdan memang harus belajar secara individual, kalau dikelas dia memilih mencari perhatian, atau diam tidak bicara sama sekali. Tapi begitu kita mendekati secara individual dia langsung nempel, nurut, bahkan minta pelajaran. Saya sadar sejak pertama kali mengajar kelas ramdan, untuk menangani Ramdan kita harus memberinya tanggung jawab.

Ramdan kemudian masuk lagi membawa bukunya. Membuka sepatunya. Saya membantunya mengerjakan soal matematika yang belum ia kerjakan sejak kemarin. Kemudian ia menggaruk-garuk kakinya.

afifa: Dan.. ihhh... kaos kaki nya kebaliik!!
ramdan: hahahaha... *eh dia ketawa ngakak, saya gak pernah liat dia ktawa ngakak kayak gitu kecuali waktu dia ngejailin orang..
afifa: Betulin dulu...

dan dia pun membuka kaos kakinya..

disanalah saya lihat telapak kakinya yang OH MY GOD ada sayatan sangat besar walaupun sudah kering.

afifa: Ramdan itu kenapaa???
ramdan: ketojos beling
afifa: udah diobatin?
ramdan: udah
afifa: kapan ketojos nya?
ramdan: kemarin *padahal kata gurunya udah ada dari senin*
afifa: ayo di cuci dulu sama ibu kita kasih obat lagi ya?
ramdan: iya
afifa: sakit nggak?
ramdan: engga... ateul... (gatel)

saya dan teman-teman berdiskusi kemudian.. Sepertinya luka Ramdan terlalu besar untuk sekedar di beri betadine.. Seharusnya dijahit. Kebetulan disebelah sekolah ada puskesmas, adi kami antar ia kesana.

Ketika dokter di puskesmas memanggil namanya, ia menengok saya, meminta ditemani. Aduh Ramdan.. kalau urusan menjahili orang dia cerewet tapi kalau ketika diajak bicara, dan ketika seharusnya ia bicara, ia justru diam.

Dokter bilang lukanya harus dijahit, tapi jaringan didalam kulitnya sudah tertutup jadi yang harus dilakukan adalah menyayatnya, membuat luka baru, kemudian baru dijahit. Saya merinding, 2 teman saya keluar ruangan. Saya katakan pada mereka untuk menghubungi gurunya.

Sambil menunggu dokter menstrilkan peralatan..

ramdan: bu, ini teh dijait?
afifa : Iya, dijait ya?
ramdan: ... *geleng..*
afifa: takut?
ramdan:... *ngangguk*
afifa: jangan takut, nanti ibu temenin, ibu ceritain, ramdan jangan liat, ya?
ramdan: .. *ngangguk*
afifa: Dan, nanti sakit nya cuma kayak gini aja *saya cubit kecil* abis itu udah... nggak sakit kan?
ramdan: teu..
afifa: Kan ramdan tadi juga nakol (mukul) Reggy gpp.. nendang pintu kuat.. ini juga harus kuat.. Ramdan kan jogan nya ibu (for real, saya pikir kalau dia sudah dewasa saya pasti naksir! hehe..)
ramdan: bu.. ieu lama teu?
afifa: Insya Allah engga.. kenapa gitu?
ramdan: Bade uih.. tos bel.. (mau pulang.. udah bel)

JGERR!! Hahahahahaha!!!

Dokter pun datang, guru kelasnya pun datang.. Ramdan masih dengan wajah cool nya. Gurunya mengambil alih menjaga ramdan, memeluknya, menutup matanya. Dokter mulai membius kakinya, dan saking tebalnya itu kaki yang jarang bersendal, dokter susah memasukkan jarum suntik... Ramdan ngotot pengen lihat bagaimana yang namanya menjahit kaki. Tapi saa lihat tangannya kaku, saya pegang pun tangannya dingin, ketakutan. Oh iya.. ini posisinya ramdan masih duduk di kursi karena nggak mau tiduran di kasur.
Sesuai janji, saya membacakan Ramdan cerita.. dan tahukah apa cerita saya? Hehehe... Cerita saya adalah tentang cara mengobati orang yang sesak nafas. Hehehe... itu karena saya melihat poster di puskesmas dan saya tidak punya ide mau cerita apa. Tapi sebentar saja saya sudah berhenti cerita karena ramdan sudah benar-benar masuk ke ketek si bu guru, merem, menahan rasa takutnya.

3 jahitan

seminggu lagi baru dilepas. Mau dipasang yang bisa cepat di buka tapi kondisi lukanya agak parah.

Ketika semuanya sudah selesai, Ramdan membuka matanya, dan saya lihat berkaca-kaca, tapi dia tidak menangis. Bapaknya sudah menjemput.

Kami menyarankan Ramdan untuk tetap sekolah, supaya setiap hari bisa diganti perbannya di puskesmas. Ramdan menggeleng, takut di jahit lagi. Tapi marilah lihat saja bagaimana besok. Mudah-mudahan tetap masuk.

Ramdan kemudian pulang, kami kembali ke sekolah. Saya katakan pada teman-teman saya. Jika saya seumur dengan Ramdan dan sedang masa puber, saya pasti suka sama Ramdan. Bukan karena dia cakep, karena dia tidak cakep. Tapi karena sikap Ramdan yang super cool, sangat laki-laki, dan menyimpan masalah.


PLP day 33 + 34

Saya jadi sering menuliskan kegiatan 2 hari - 2 hari gini.. padahal saya lagi tidak terlalu sibuk.. Saya sudah menyiapkan RPP untuk 2 hari kedepan. Saya memang sedang sering mengajar karena banyak kelas yang gurunya,harus mengawas.. tapi RPP nya sudah saya siapkan.

Hari senin kemarin saya mengajar kelas 1 dan 2 SMP tunagrahita sedang. Kelasnya berisi 9 orang. Saya sudah pernah mengajar disana sebelumnya. Tapi waktu itu saya mengajar olahraga. Dan kemarin saya mengajarkan tentang pola makan sehat. Saya cukup puas dengan pembelajaran hari itu, tapi saya masih belum bisa mengatur waktu. Saya masih mengajar terlalu cepat. Ketika saya selesai mengajar, waktu masih tersisa. Sebenarnya saya merasa hal itu tidak apa-apa selama anak-anak mengeti materi yang saya sampaikan. Malah saya seharusnya bahagia karena anak-anak cepat mengerti dan saya bisa lanjut ke materi selanjutnya. Tapi kalau ada guru pembimbing, saya pasti ditegur.


ini foto anak-anak kelas 1-2 SMP itu.
ki-ka Atas: Astri yang suka membasahi mejanya dan mengelapnya,
Lani yang keibuan tapi juga kekanak-kanakan,
Anita yang sangat suka olahraga dan sangat rajin membantu ibunya,
Alin yang jago joget dan suka sekali nyanyi.
ki-ka Bawah: Ibnu yang selalu ketawa dna sangat baik hati,
Gery yang sering ngambek dan sering bilang "bae weee [bodo amat..]
dan fajar yang selalu minta izin.

Hari ini saya mengisi kelas 4-5 SD tunagrahita ringan. Hanya 2 siswa yang masuk. Saya sama sekali tidak puas, bahkan kecewa dengan pembelajaran hari ini. Karena apa yang saya rencanakan ternyata tidak terlaksana. Saya mengajarkan tentang kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan. Rencana saya, setelah saya menjelaskan, anak-anak bergantian menjelaskan, kemudian mereka cerita tentang pengalaman mereka ketika mereka sakit atau cerita mereka tentang lingkungan sekitar rumah mereka. Tapi yang terjadi adalah, mereka tidak pernah sakit, dan cerita mereka tentang lingkungan sekitar adalah: "rumahku lingkungannya biasa aja" kurang lebih seperti itu. 5 kata. Akhirnya saya cepat-cepat ke perpustakaan, mengambil buku dan menyuruh mereka membaca teks tentang penyakit diare dan dbd yang ada disana. Kemudian PLAN B saya adalah mereka mendiskusikan hasl teks. Tapi ternyata mereka diam saja.. uhh... ya sudahlah akhirnya saya suruh mereka menuliskan pengalaman mengunjungi oang sakit siapapun itu. Pertamanya mereka diam saja tapi kemudian mereka menulis juga, dan ternyata yang mereka tuliskan adalah pengalaman mereka sendiri.. HUUUHH... Saya ketawa-ketawa aja jadinya di kelas, gemes sama mereka..
Kemudian pukul 9.00 seperti kegiatan selasa lainnya, kami ekstrakuikuler kesenian. Kesenian hari ini menyambungkan gambar dots to dots dan mewarnainya.

baru mulai ekskul keseniannya..


Gery, Fajar dan Bu Herra

Bambang yang selalu bilang, Saya Bambang, ketua DKM SMA 23.. hehehe... walaupun tunagrahita, walaupun kadnag nggak nyambung kalau diajak ngobrol, tapi Bambang selalu uptodate dengan berita politik dan pengetahuannya tentang dunia politik sangat oke..


Yaya... yang selalu bertanya "kamana wey.. kamana??" dan selalu itu yang ia ucapkan setiap bertemu kami..ia memanggil saya tipah... ia menganggap semua yang berjilbab itu cantik.. Yaya saat ini sedang UAN SMA.. Yaya tidak pernah memanggil Bu Guru/Pak guru.. selalu hanya memanggil namanya.. Bisa dibilang Yaya adalah salah satu murid yang paling akan saya ingat

This is Reggy!! Reggy yang selalu mencolek-colek..
Reggy yang pastinya pernah saya ceritakan.. selalu mentowal towel pipi orang..
Selalu ingin menunjukkan sesuatu.. Reggy yang pertamanya saya pikir perempuan tapi kayak laki-laki.. padahal sebenarnya dia laki-laki tapi dipanjangkan rambutnya.
Rambutnya sepertinya sengaja dipanjangkan karena tempurung kepalanya yang empuk. Reggy juga salah satu murid yang pasti akan saya ingat..

yang kerudung merah itu bu Afifa..hehehe... Suasana ekskul kesenian..


Ini HALO yang muncul siang ini... baguuuuuuus!
dan membuat anak-anak seeeeeemua-muanya rebutan menarik tangan kami untuk mengajak melihat HALO bersama-sama.
Pelangi bunder kata mereka..

Banyak ya blog nya hari ini... alhamdulillah menuliskan blog ini membuat rasa kecewa saya terhadap pengajaran hari ini sangat jauh berkurang.. Ini saya masukkan video YAYA dan KAMANA nya.. hehehe.. tapi maaf kebalik videonya,,, saya nggak bisa muter nya..


besok kami akan jalan-jalan lagi.. kali ini 5 kelas yang kemarin tidak ikut. Besok anak-anak yang ikut sudah lebih dewasa dibandingkan yang kemarin.

bukan sahabat

saya merindukan kamu ketika saya sendiri
saya merindukan kamu ketika menjelang tidur ponsel saya hanya menderingkan sms
saya merindukan cerita kamu tentang monyet yang bodoh
saya merindukan dongeng kamu yang selalu aneh

kamu aneh dan tetap saja saya mencintaimu
tetap saja saya merindukanmu

saya pun merasa aneh karena merindukan perasaan itu
ketika hujan turun sangat banyak,
antara bahagia melihat hujan bersamamu
dan panik karena tidak bisa kembali ke tempat tinggalku
saya juga merasa aneh karena merindukan perasaan sakit itu
ketika kita membicarakan semua fakta tentang bagaimana kita tidak akan pernah bersama
bagaimana perbedaan kita tidak saling tarik menarik
kita bukan positif dan negatif yang tarik menarik
kita juga bukan negatif dan negatif yang saling menolak
apalagi positif dan positif

saya merindukanmu malam ini
dan saya tahu yang saya rindukan adalah seorang sahabat
yang selalu ada untuk mendengar cerita

saya merindukan sahabat saya
yang tidak akan pernah bisa saya sebut sahabat

and i love them

Mungkin karena ayah saya sangat menyukai the beatles. Mungkin karena film Across The Universe yang memiliki alur unik sehingga saya sukai. Mungkin karena saya menyukai lagu jaman dulu. Mungkin karena saya menganggap banyak lirik lagu the Beatles yang sangat bagus....
Sering sekali saya tiba-tiba mengingat lagu the beatles, menyanyikannya berulang-ulang dan mencocokkan lagunya dengan sebuah kejadian.
Hari ini yang saya temukan adalah and i love her.



I give her all my love
That's all I do
And if you saw my love
You'd love her too
I love her

She gives me ev'rything
And tenderly
The kiss my lover brings
She brings to me
And I love her

A love like ours
Could never die
As long as I
Have you near me

Bright are the stars that shine
Dark is the sky
I know this love of mine
Will never die
And I love her

Bright are the stars that shine
Dark is the sky
I know this love of mine
Will never die
And I love her

Setelah saya membaca dengan penuh semangat kebeatlesan saya, setelah saya membaca dengan penuh konsentrasi. Saya menemukan seseorang yang sangat pantas untuk dinyanyikan lagu ini. Ia adalah anak perempuan saya, siapapun namanya kelak, dimana pun ia berada saat ini.
Dulu, pernah ada satu iklan TV yang memainkan lagu yang sangat saya sukai dan lagu ini tentang anak laki-laki. Lisa Ono - my boy. Saya pernah hampir menangis mendengarnya.
found at bomb-mp3 search engine


My Boy
(by Lisa Ono)

First time I saw my son, I knew I was in love.
Because he was the gift I got from somewhere up above.
O wow, o yes, o joy, so joy right here in my arms.
He looks at me, I can see he’s showing all his charms.
Can’t remember what I do before I saw his face.
But now he’s here and I can feel his amazing grace.

Watching him play, somehow reminds me of myself.
Once upon a different time when I was someone else.
O me, o my, I feel so high every single day.
O yes, o lay, my lord yea yea watching my son play.
First time he’d walk detours I step in to a chance.
I took his hand and then we start it likes dance.
The first dance was so fine that I never will forget.
He held my hand so tightly that I had start dancing yet.

My love, my boy, my son, my joy always keep your glow.
And know that love will be with you wherever you may go.
And if something should fall apart somewhere down the line.
Just tell me all about it and I will make it fine.

I’d travel many roads before but somehow they were wrong.
And sometime we find that life is just a simple song.
Even the saddest songs ever human face.
I will always keep my son in love’s magic place.

Saya memang cengeng kalau sudah berurusan dengan anak. Mungkin karena kecintaan saya pada anak-anak dan dunianya. Mungkin karena saya sangat menikmat mengurusi orang lain. Dibalik sifat egois saya yang tinggi, saya suka mengatur. Saya belum tahu apakah saya sudah bisa menjadi orangtua yang baik atau belum, tapi saya sudah menginginkan anak sejak SMA. Dan baru sejak 4 bulan terakhir saya berpikir untuk lebih bersabar, karena saya masih harus skripsi dan saya tidak mau stress ketika mengandung. Saya pun merasa saya harus lebih menyiapkan mental dan perasaan saya dalam kehidupan baru saya yang bisa dibilang mendadak dan masih terasa absurd sampai sekarang.

saya pernah menulis bertanya sebelumnya, bagaimana saya bisa begitu mencintai dan merindukan seseorang yang bahkan belum pernah saya temui? Bahkan saya belum tahu namanya, rupanya, sifatnya, dan berbagai hal tentangnya?

PLP day 32

1:26:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
hari ini seru!!
tadi malam... setelah akhirnya tidur pukul 00.02 malam.. dalam keadaan punggung dan bahu yang sangat sakit dan pegal... kepala yang pusing, dan juga pekerjaan yang sebenarnya belum sepenuhnya selesai. Saya mengerjakan media pembelajaran untuk hari ini. Tapi menjelang pukul 00 saya baru ingat bahwa sebenarnya saya tidak harus mengajar hari ini... tapi karena tanggung saya tetap mengerjakannya, tapi akhirnya saya tidur juga deng.
Dan tadi pagi pukul 4 lewat beberapa menit saya pun terbangun, sangat segar, tidak bisa tidur lagi. Jadi saya kerjai saja tu media, saya corat coret dia sampai selesai! dan RPP pun saya bereskan.
Saya masih ragu apakah saya akan tetap masuk ke kelas hari ini atau tidak.
Pukul 7.00 pagi. Saya ingat bahwa hari ini pramuka dan hari ini saya menjadi koordinator. Baiklah rencana mengajar saya batalkan. Toh saya belum janji pada guru kelas dan guru pembimbing untuk praktek hari ini.

Pramuka hari ini.. apa yang akan saya kerjakan?

saya ingat usul teman saya!
Permainan yang akan menjadi cukup seru.
Begini... kami membuatkan bentuk lingkaran, persegi dan segitiga dari koran bekas sebanyak jumlah siswa hari ini (24) dan setelah itu kami tempelkan di lapangan. Pukul 9.10 kami panggil anak-anak untuk pramuka.
Permainannya cukup simpel. Mereka hanya perlu rebutan mencari koran bekas dengan bentuk yang kami teriakkan. Misalnya ketika saya berteriak SEGITIGA!!! mereka harus buru-buru menginjak koran segitiga. Sebenarnya sih tidak perlu buru-buru juga karena semua pasti kebagian koran, tapi biar seru aja.. Kami tidak ingin pada kegiatan pramuka ada anak-anak yang merasa kalah/menang. Semuanya menang.

semuanya

kelas kecil

oh iya, karena anak-anak SLB Tunarungu kemudian ikut bermain.. kami mengganti instruksi yang tadinya hanya teriakan.. jadi ditambah dengan Pola dan teriakan. Jadi sambil teriak SEGITIGA!! Kami juga menunjukkan bentuk segitiga..

Setelah kegiatan pramuka, kami operasi semut membersihkan koran-koran itu, kemudian berbaris, membaca hamdalah dan kami bagikan permen kepada mereka sebagai apresiasi karena sudah bergabung dalam kegiatan pramuka. Ada anak-anak yang sering kali tidak mau bergabung hanya karena ingin membangkang.

Setelah itu anak-anak pulang, saya dan teman-teman menyelesaikan tugas masing-masing.. makan bersama guru-guru (setiap sabtu guru-guru gantian memasak dan makan berramai-ramai...) Setelah itu saya dan teman-teman bermain galasin.. Hehehe... Kami baru pulang pukul 1 lebih... sepertinya kami sudah mulai betah.. karena pada awal-awal PLP kami selalu pulang tepat waktu dan sekarang kami sudah lebih betah ada di sekolah...