Cemburu, bingit, iri hati, panas hati. RESAN

dan saya pun masih bisa merasa cemburu.


apa arti cemburu? mari kita lihat dalam thesaurus saya..

cemburu, a 1 bingit, dengki, hasad, iri hati, keki (cak), khisit, panas hati, resan, sirik, timburu (Sd); 2 berprasangka, curiga, ragu, sangsi;
KBBI:
Cemburu adalah bentuk kekhawatiran dan ketidaksukaan atas keterlibatan orang lain pada haknya.
dilihat dari dua definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa saya tidak berada pada posisi untuk mencemburui. Karena apa yang saat ini saya cemburui bukanlah hak saya. Tapi memang benar, saya merasa khawatir dan tidaksuka atas keterlibatan orang lain pada objek tersebut. Objek itu bukan milik saya, pernah saya merasa memilikinya, tapi sudah sejak lama harus saya lepaskan. Dan saya sudah melepaskannya. Saya ingin berbahagia dan bukannya mencemburuinya, atau berpanas hati padanya. Tapi ego saya sangat besar menutupi logika dan sikap rela.

Pernah pada suatu hari saya mendengar ia katakan bahwa ia mendekati seseorang. Saya sedikit berbahagia walaupun sedikit cemburu. Tapi karena hari ini saya melihat sendiri pendekatan itu. Saya merasa sangat panas hati, demburu, dengki, iri, apapun namanya itu.

Hufh... sepertinya saya tidak akan pernah bisa menjadi teman untuknya. Karena saya masih merasa cemburu.




*jealous_by_kanikey

PLP Day 24

2:15:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi

Seperti janji saya sebelumnyaaa....

Hari ini saya merasa cukup sukses mengajar. Sepertinya masih terlalu cepat, tapi setidaknya lebih baik daripada sebelumnya. Anak-anak cukup terkontrol. Sebelum masuk kelas saya dek-dekan sekaliiii… karena saya belu sempat observasi kelas ini (kelas 3-4 SDLB Tunagrahita sedang). Dan saya tahu anak-anak dikelas ini semuanya “bertingkah”. Ada 4 orang, Reggy, Isti, David, Ramdan. Saya akan ceritakan kesemuanya..

Reggy, pertama kali saya bertemu reggy saya kira dia perempuan yang tomboy. Tapi ternyata ia adalah laki-laki yang mukanya seperti perempuan. Perilakunya tetap eperti laki-laki karena ia suka mencium!! Selain suka mencium ia suka towal-towel perempuan baik itu temannya maupun gurunya. Saya baru tahu hari ini bahwa kepala Reggy empuk. Seperti kepala anak bayi, mungkin itu yang membuat orangtuanya memanjangkan rambutnya. Mungkin itu pula yang membuat bentuk kepala Reggy agak aneh. Kalau kita memarahi atau member pengertian kepada Reggy tentang suatu hal, dalam waktu 2 menit ia akan melupakan perbincangan kita.

Isti, adalah satu-satunya perempuan di kelas. Mungkin karena ia perempeuan satu-satunya, tindakannya seperti “mami-mami”. Hehe.. Ia yang paling sering memarahi Reggy. “REGGY! Nanti dibilangin ke aa’ nya lho.. biar pulang aja g usah belajar!” hehe… Isti selalu melaporkan apapun yang terjadi di kelas kepada gurunya.

David, adalah yang paling baik diantara 4 orang anak di kelas. Ia juga paling pesat kemajuannya. Tapi kalau sudah mulai “ngadat” David jadi suka ngomong cepaaaaaaaat sekali sehingga tidak aka nada orang yang mengerti dan akhirnya dia marah-marah.

Ramdan, adalah anak yang… huffhh… Kalau kita bertanya padanya tentang mteri pelajaran, ia akan diam, tapi kalau kita beralih ke temannya, ia akan mengacaukan kelas. Setiap melihat Ramdan entah mengapa saya merasa ia tidak diperhatikan di rumahnya sehingga ia membawa rasa kesal ke sekolahnya. Ramdan selalu berkata-kata kasar dan sangat sering keluar kelas. Menurut orangtuanya, di rumah Ramdan juga sangat sering keluar kelas. Ramdan, sama sekali tidak bisa dikontrol.

Keempat anak dikelas meminta perhatian penuh dari setiap guru yang masuk. Itu membuat saya stress. Tadi malam saya mempersiapkan pembelajran sampai pukul 12 malam.

Materi pembelajaran tentang habitat tnaman dan cara merawat tanaman. Jadi yang saya lakukan adalah membuat poster gambar kebun dan kolam, saya tempelkan di karton. Mencetak foto gambar tumbuhan air dan darat dan menempelkannya di karton. Nantinya anak-anak akan saya minta menempelkan gambar tanaman pada poster habitatnya yang sesuai. Setelah itu, yang akan kami lakukan adalah merawat tanaman di sekolah. Saya membawa pupuk dan penyiram tanaman. Tapi tadi malam saya masih takut anak-anak akan lepas control. Ah, saya berdoa saja…

Di kelas… 5 menit pertama yang seharusnya berisi warming up, berubah jadi: saya geleng kanan geleng kiri kebingungan. Tapi saya segera menenangkan diri dan memutar kursi anak-anak jadi posisi duduk melingkar. Saya duduk diantara Reggy dan Isti. David duduk disebelah Isti. Ramdan duduk di depan Reggy. Saya memulai pelajaran. Ramdan langsung keluar kelas sambil berkata “Dodol ah belajar waeeee”, “dodol laahh!” bla3x saya tidak mendengar. Saya hamper keluar ingin mengejarnya tapi gru pembimbing saya katakana biarkan saja. Saya mulai pelajaran. Ramdan bolak-balik keluar kelas. Tidak lama ia mulai mengacaukan pelajaran. Saya mengancamnya tidak akan ikut jalan-jalan keluar kalau ia tidak tertib dan ini jawabannya: “BAE WEE.. Keluar wae ibu saya mah hayang bobo! Embung ngilu!” yang artinya kurang lebih “bodo amat sana aja ibu keluar saya males iku keluar mau bobo aja..”.

BAM!

Saya kesaaaaaal! Sudahlah tapi saya diamkan saja, saya benar-benar berpura-pura dia tidak ada. Dan sepertinya ia merasa terganggu dengan sikap saya yang mendiamkan dia, selalu mengambil media pembelajaran dari tangannya dan lain-lain. Dia terganggu dengan sikap marah saya.

Akhirnya pelaajaran sampai pada praktek memelihara tanaman. Pertamanya Ramdan tidak ikut, tapi tidak lama ia mengikuti kami, dan begitu saya melihat Ramdan, langsung saya Tanya, “ramdan mau ikut merawat tanaman? Ini ibu kasih tanggung jawab Ramdan menjadi penyiram, mau?” ia mengangguk… Alhamdulillah!!! Dan sejak itu Ramdan nempel terus, mengikuti pelajaran, dan walaupun ia tetap tidak banyak bicara, tapi ia membuat kondisi kelas lebih kondusif. Reggy masih jail, tapi saya tidak terlalu terganggu dengan Reggy. Saya jauh lebih terganggu dengan anak yang diam dibandingkan anak yang jahil.

Ketika kami semua masuk kembali ke kelas, Ramdan tidak lagi keluar-keluar. Ia duduk rapi di samping saya dan mau mengikuti pelajaran.

Hasil akhir pembelajran saya,anak-anak mengerti materi yang saya berikan. Tapi mereka masih belum bisa menghapal nama-nama tanaman. Mereka sekedar mampu mengelompokkan mana yang tanaman darat dan mana yang tanaman air.

Setelah pelajaran usai, guru kelas meminta saya menjaga kelasnya sampai bel istirahat. Ada waktu 30 menit. Saya minta anak-anak mengeluarkan buku tulisnya dan saya bombing mereka menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.

Saya bimbing Ramdan secara eksklusif dan ia berhasil mengerjakan pekerjaannya yang ia diamkan sejak 2 hari yang lalu, saya nilai, saya beri gambar senyuman yang besar. Saya senyum padanya dan saya katakana “Ramdan, ibu senang sekali Ramdan tertib hari ini” dan ia menduduk sambil senyum. Hihihi… kemudian ia katakana sesuatu yang membuat saya merasa bangga sekali.. “Bu, sekarang belajar berhitung..” Saya mau nangis dengernya… Mungkin ini hal biasa untuk anak lain, tapi bagi Ramdan ini adalah kemajuan.

Reggy sangat amat mengganggu Isti ketika saya konsentrasi pada Ramdan, jadi ketika saya selesai memberi nilai pada Ramdan, saya konsentrasi pada Reggy. Isti dan David mengerjakan tugas dengan konsentrasi.

Ketika keluar dari kelas, saya keluar dengan tersenyum.

Guru pembimbing saya katakana RPP saya sudah sangat baik, penampilan saya juga sudah baik. Hanya saja media saya masih kurang besar, dan saya masih kurang bisa mengatur kecepatan bicara. Baiklah saya akan lebih banyak belajar. Oh ya, mungkin, sometime this week or next week, saya dan guru pembimbing akan melakukan Home Visit ke rumah siswa yang jarang masuk. Saya belum tahu siapa yang akan kami kunjungi, tapi saya excited sekali.

Alhamdulillahirabbil alamin…

Besok kami ekskul keterampilan, kami akan mengajak siswa SMP dan SMA bernyanyi, masih Ibu Kita Kartini. Kalau anak kelas Autis masuk, mungkin saya akan mengisi disana.

i miss you

Sudah sejak lama aku banyak menghabiskan waktu untuk sekedar membaca tulisan lamaku tentang kamu. melihat fotoku dari ponselmu. Membaca buku harianku ketika kita bersama. Mendengarkan lagu-lagu yang aku anggap sebagai soundtrack kisah kita. Menghabiskan waktuku untuk melamun dan memikirkan rasa rinduku padamu.
Entah berapa kali sudah aku menuliskan rasa rinduku. rasa cintaku yang tidak juga bisa kuhilangkan, kukurangi, kusingkirkan, atau sekedar kupendam.
Tapi semua tulisan itu pada akhirnya aku buang, atau aku simpan, atau aku masukkan ke dalam dompetku.
karena pada kenyataannya semua itu salah, dan kata-kata itu mungkin tidak lagi bisa berarti. Selalu saja aku ingin mengatakan padamu semua itu, sekedar untuk mengingatkanmu. Tapi kemudian aku ingat kata-kataku justru menunjukkan betapa egoisnya rasa sayangku.



Ditengah segala ketidakmungkinan, aku masih ingin sedikit menyelipkan harap. Apakah harapan itu nantinya akan membuat hatiku bertambah rusak? Aku belum terlalu peduli. Aku masih mengingkan kamu.

PLP DAY 25

4:16:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Saya tidak posting laporan PLP kemarin... sudah saya tulis, tapi sepertinya baru akans aya post besok.. dikarenakan oleh.. kemarin koneksi internet di rumah saya mati dan hari ini saya meminjamkan laptop saya pada teman untuk dia mengajak adiknya nonton upin dan ipin..

Hari ini.. HEBOH! Saya mengisi kelas autis hari ini. Di kelas autis seharusnya ada 3 orang. saya pernah bercerita tentang dua diantara mereka, yang sangat diam itu... dan yang ketiga usia SD, tapi si yang ketiga ini, saya berani katakan ia memang anak autistik. Hari ini yang masuk hanya dua.
Begini ceritanya..

Ketika saya masuk kelas, ia sedang duduk di kursinya, bengong. Saya menyapanya. Ia diam saja,seperti anak autistik non verbal pada umumnya. ia kemudian berjalan-jalan keliling kelas. Saya memberinya sedikit jarak. Ia melihat keluar ketukang jajan, saya membiarkannya.. Yang ia lakukan adalah menggandeng tangan saya dan mengarahkan saya untuk membuka pintu. Tapi tidak pernah saya bukakan karena saya tahu ia tidak akan mau masuk kelas jika sudah keluar.

Saya mencoba untuk menarik perhatiannya dengan memainkan gendang. Saya tahu ia suka gendang. Tapi ia tetap menghiraukan saya. Kemudian guru pembimbing saya menutup jendela sehingga ia berhenti melihat ke tukang jajanan. Ternyata ia marah.Anak austistik itu tantrum.. Hhuhuhuhu.. saya belum pernah menangani anak autistik tantrum sebelumnya. Ia melempar semua barang, mencakar mukanya. saya membelai punggungnya seperti yang pernah saya baca. Ia sedikit tenang, tapi kemudian entah bagaimana ia memanjat tubuh saya sehingga tiba-tiba ia sudah berada di punggung saya dan menjepit tubuh saya sangat kencang. Posisinya adalah ia digendong belakang oleh saya, tapi pegangan dengan kaki. tulang rusuk saya sakit sekali, plus berat badannya jadi bertambah. Ia juga menangis sangat kencang dengan posisi mulutnya persis di telinga saya. Suara tangisannya terdengar di seluruh sekolah. Jadi bisa terbayang bagaimana pusingnya saya. belum lagi ingus dan air matanya yang kemudian menempel di jilbab saya.
Saya tidak keberatan, satu-satunya stress yang saya hadapi adalah "BAGAIMANA MENENANGKAN HATI RIKI? BAGAIMANA MEMBUAT RIKI MAU BELAJAR DENGAN SAYA?"
Guru kelasnya kemudian datang sambil senyum-senyum.. "riki ngadat ya?" udah afifa, diemin dulu aja gpp.. fokus ke evi.Akhirnya, saya fokus mengajarkan Evi tentang barang-barang sambil memperhatikan bagaimana guru kelasnya menangani Riki. Ia menanganinya dengan tersenyum tanpa stress, membelai riki, membersihkan ingus yang berada di selurh mukanya, menggendongnya sekali-kali, dan memberikan mainan kesukaannya. Tapi riki tetap menangis dan berhenti hanya ketika ia lelah.

Saya penasaran,.........

Hm.. setelah mengisi kelas autis saya mengajak anak-anak SMALB latihan bernyanyi untuk hari kartini. Suasananya sangat menyenangkan dan cukup menghibur pikiran stress saya..

plp day 23

hari ini capek!
dan rencana-rencana saya kemarin, tidak terlaksana.. hehehe.... ketika saya datang tadi pagi, saya langsung mengerjakan media untuk pembelajaran kepada anak autistik yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu saya lengang dan anak-anak dikelas autis pada masuk. Medianya cuma gambar peralatan di dalam kelas yang ada label nama benda dibawahnya... saya tempelkan ke kardus bekas lalu saya sampul plastik supaya tebal dan awet. kemudian disela-sela mengerjakan media tersebut saya mencoba menyelesaikan RPP yang ternyata tidak selesai sampai sekarang. Kesimpulan sementara, lagi-lagi saya tidak bimbingan.
Jam 9.00 saya dan teman-teman mengisi ekstrakulikuler Pramuka dengan permainan. Kami bermain rebutan kursi... itu lho yang nyalain lagu, terus anak-anak disuruh memutari kursi, kalau lagunya mati, mereka harus cepat-cepat duduk, yang tidak dapat kursi kalah, harus dihukum. Teruuus begitu sampai pemain tinggal 2. Suasananya cukup seru dan melelahkan. Hehehe... Pukul 10 lewat permainan selesai, sebagian anak pulang sebagian lagi, yang kelas besar, istirahat. Saya dan teman-teman merapihkan perlatan permainan, minum 2 teguk dan bel kembali berbunyi tandanya adalah waktunya latihan upacara.
Pukul 10.30-11.00... latihan upacara biasa saja.
Setelah itu saya kelaparan, saya jajan, makan, kemudian melanjutkan media saya sampai pulang.

sekitar pukul 15.00 saya berangkan untuk bertemu teman-teman, ngobrol sampai lelah, tertawa sampai rahang saya sakit, lalu pukul 20.00 saya sudah kembali di rumah, mandi karena kehujanan, mencari charger yang belum juga ketemu, akhirnya meminjam laptop tante saya, internetan dan sekarang menulis blog sambil kelaparan.

Saya mau makan kemudian nonton dvd sampai tidur.
besok kembali ber rpp ria. huaah... semoga saya tidak bosan.

Oh ya, mendengar cerita teman-teman tentang PLP, saya bersyukur tempat PLP saya ternyata sedikit lebih baik dibandingkan mereka...

plp day 22

nothing special happen today... hari ini seharian mengurung diri dikantor bareng temne-temen.. katalogisasi buku-buku perpustakaan dan nyampulin.. huh.. what a waste.. those books looks so neat and clean, whick can only mean one thing, its all never been touched by the students.. dan guru-guru pun jarang memakainya. Hufh.. bahkan ada beberapa buku yang belum dibuka plastiknya. Sedih.. sayang sekali...

besok observasi kelas utnuk pengajaran hari senin, menyelesaikan rpp-rpp untuk dikonsultasikan. Hari ini menyelesaikan revisi rpp yang sepertinya tidak akan selesai karena sekarang saya mau nonton dvd sampai tertidur...

saya senang selama PLP, tapi juga sakit hati melihat pendidikan yang sangat amat kacau. Kasihan murid-murid ku..

tidak lagi mampu sendiri

sejak bulan januari 2009, mungkin dalam sebulan saya hanya 3 kali tidur sendiri.
Di bandung, saya seringkali tidur di kamar sepupu saya, atau mengajak sepupu saya tidur di kamar saya. Jika tidak bisa dua-duanya, saya akan menenelepon seseorang untuk menemani saya, siapapun itu, yang bersedia saya ganggu.
Di cinere, saya selalu tidur di kamar orang tua saya. 1-2 kali di kamar kakak saya jika tidak ada suaminya. Kalaupun saya tidur sendiri, saya selalu minta ditemani sampai tertidur.



sejak januari 2009, waktu tidur di malam hari adalah waktu yang paling menyesakkan untuk saya. Paling sepi. Ketika saya tidur sendiri, saya cenderung tidak bisa tidur sampai kemudian memikirkan berbagai hal dan menangis sampai kelelahan, baru kemudian saya akan tertidur.