what the?



ada yang tahu, apa yang terjadi pada fb saya? ini sudah berlangsung kurang lebih 1minggu, tiba-tiba... dan itu gambar bapak-bapak sama anaknya itu, entah siapa, ada di semua tombol fb

PLP day 17

2:46:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
sabtu kemarin, di SLB saya tidak ada kerjaan. Begitulah suasana SLB hari sabtu, terutama jika jumat/senin nya tanggal merah. Siswa-siswi yang hadir kurang lebih hanya 10 persen.
Tapi walau begitu saya tetap mengerjakan tugas-tugas hari sabtu.
Latihan pramuka dan latihan upacara. Pada saat latihan pramuka yang kami lakukan hanyalah latihan-latihan dasar seperti baris-berbaris, balik kanan grak haadap kanan grak bla-bla-bla. kira-kira hanya ada 8 orang yang ikut latihan, 3 orang menonton, sisanya yang hanya segelintir memilih di kelas, belajar.
Latihan pramuka cukup menyenangkan. Anak-anak juga tampak senang.

Ketika latihan upacara semua siswa yang hadir hari itu ikut berlatih. Suasananya super lucu karena saya, yang tidak pernah upacara sejak kira-kira 7 tahun itu, menjadi pembina upacara. Dan banyak kesalahan yang saya lakukan jadi saya ditertawakan siswa-siswa. Tak apalah, saya pun menertawakan diri saya sendiri. Hehehe....

Kemarin sebelum pramuka dan latihan upacara saya berbincang sedikit dengan pembimbing saya disana. Ia katakan memang setiap sabtu suasana sekolah selalu sepi. Kelas-kelas hanya diisi 1-2 orang siswa. Hal itu mungkin karena orangtua siswa merasa lelah setelah 5 hari bekerja dan inin berlibur. Rata-rata orangtua siswa setiap hari mengantar anak ke SLB sambil berangkat bekerja. Makanya hari sabtu banyak yang malas. Mungkin juga anak-anak itu tidak mau pergi karena mengetahui anggota keluarganya yang lain libur.
Ah, saya pikir, kalau memang itu yang terjadi kenapa mereka tetap harus masuk hari sabtu? Mengapa tidak jam pelajaran mereka sehari-hari ditambah dan hari sabtu mereka bisa libur. Memudahkan orangtua juga kan jadinya.......

Kemarin ketika berbincang dengan dosen pembimbing, saya menanykan salah satu murid yang belum pernah saya temui setelah 2 minggu PLP disana. Pembimbing saya katakan ia memang tidak pernah masuk. Lalu si pembimbing mengajak saya untuk melakukan home visit ke rumah anak itu, untuk mengajaknya kembali bersekolah.
Saya bersemangat sekaliiii!! saya ingin segera melaksanakan home visit ke rumahnyaa..

sudah ah, PLP kemarin tidak seru...dan tidak banyak cerita

hari senin saya praktek mengajar ke-2 di kelas 3 SMP, saya mengajarkan pelajara IPA tentang arus listrik dan pelajaran BINA DIRI tentang membuat minuman. Kegiatan yang akan kami lakukan dikelas adalah membuat jus strawberi...

PLP, hari 16

saat ini saya sedang melakukan Praktek Latihan Profesi (PLP) di SLB dekat tempat tinggal saya di Bandung. Sejak hari kedua saya berada disana saya berniat untuk menuliskan apa saja yang saya dapatkan disana. Entah menuliskannya di Blog atau menuliskannya di Diary.. hari ini hari ke-16 saya berada disana. 1x Praktek mengajar terbimbing, 3x observasi penuh di kelas, 2x berolahraga bersama, 1x mengajar upacara (yang sudah tidak saya lakukan selama 7 tahun). Sepertinya itu saja.. ada beberapa hal yang saya dapatkan selama 16 hari yang saya jalani dengan perasaan berat hati:

1. Tekad bulat saya untuk tidak mengajar di SLB semakin bulat. Saya sama sekali tidak suka dengan bagaimana sistem pembelajaran di SLB menghabiskan waktu keceriaan anak-anak. Saya tidak setuju dengan bagaimana anak berkebutuhan khusus dipaksa belajar algoritma, prisma, jenis-jenis perubahan energi listrik, reformasi pemerintahan Indonesia. UNTUK APA? Untuk anak-anak yang tidak berkebutuhan khusus pun seharusnya pendidikan lebih ramah, lebih disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing anak. tapi lagi-lagi semua sekolah terbentur dengan kebijakan pemerintah yang menurut saya tidak bijaksana.
Mereka semua bisa saja katakan saya adalah bocah yang lulus s1 saja belum. Tidak seharusnya saya berkata seperti ini. Tapi saya cukup yakin banyak orang yang akan mendukung saya. dan sebagai pelajar ini lah yang saya rasakan. PENDIDIKAN YANG SAMA SEKALI TIDAK RAMAH, dan sejujurnya membuang waktu.

2. Ada 2 orang siswa yang tidak bicara sama sekali. Mereka ditempatkan di kelas AUTIS. Siswa Pertama, perempuan, bernama E, ia selalu duduk di pojok kelas, sesekali tertawa. Belum ada yang bisa menebak apa yang ada dipikirannya. Kami hanya tahu bahwa sebenarnya ia mendengar dan mengerti apa yang kami bicarakan, tetapi tidak bisa merespon. Gurunya katakan ia menjadi seperti ini sejak ia terlambat diintervensi ketika terserang penyakit thypus. saya membatin *E bukan penyandang autistik*.
Siswa satu lagi, laki-laki, T, tidak bisa duduk di kursinya sama sekali. Yang ia lakukan hanyalah mondar-mandir di dalam kelasnya, ia suka mengatur banyak hal. Terkadang buku dalam rak kelas ia keluarkan dan ia atur kembali. Saya pikir ia memang autistik, salah satu karakter anak autistik adalah menyukai keteraturan. Tetapi saya lihat ketarurannya tidak seperti anak autistik lain yang saya perhatikan. Tapi saya diam saja karena autisme adalah sebuah sindrom yang kompleks dan berbeda pada setiap kasus. Dan saya baru bertemu dengannya 2x jadi saya tidak berani mengambil keputusan apa-apa. Kemudian gurunya bercerita, T menjadi seperti itu sejak jatuh dari tangga dan sempat koma 2 bulan. Saya membatin *T bukan penyandang autistik*.

dari cerita ini saya sedih, karena mereka melabel. Tapi baiklah, tidak apa-apa karena ternyata gurunya cukup bijaksana dengan tidak memaksakan mereka untuk belajar hal-hal yang tidak penting. Gurunya, yang saya anggap guru paling pintar di SLB tersebut membuatkan kurikulum khusus untuk mereka berupa program kemandirian. Kepala Skeolah memaksanya untuk tetap membuat kurikulum standar dari pemerintah. Ia membuatnya demi formalitas, tapi tidak menjalankannya.

3. Ternyata kata mereka saya terlalu lembut untuk mengajar anak berkebutuhan khusu. Saya bilang dalam hati, saya mungkin kurang tegas, saya akan mengubah itu. Tapi saya tetap ingin menjadi guru yang lembut dan tidak berteriak-teriak pada mereka.

Tulisan ini saya tuliskan bukan untuk menjelek-jelekkan SLB tempat saya PLP, saya merasa cukup betah disana dan saya menyayangi semua murid disana. Saya hanya ingin mengutarakan apa yang ada dipikiran saya.
Saya juga ingin mengingat ini semua sampai nanti ketika saya sudah menjadi tenaga profesional. Agar idealisme saya tetap terpelihara dan saya tidak menjadi bagian dari orang-orang yang saya bicarakan diatas.

semoga pemerintah atau siapapun itu yang menyusun "kurikulum standar" untuk anak berkebutuhan khusus segera tersadar bahwa apa yang mereka lakukan sama sekali tidak mendukung anak berkebutuhan khusus untuk bekerja ketika mereka dewasa.


*anak berkebutuhan khusus yang saya bicarakan disini adalah anak tunagrahita sedang, karena saya percaya anak tunagrahita ringan masih bisa belajar seperti anak pada umumnya. Mereka hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan kesabaran dari guru yang sedikit lebih banyak*

saya ingin melihat anak tunagrahita yang bekerja dan merasa bangga dengan pekerjaannya. Saya ingin pendapat saya terbukti, bahwa mereka pun bisa berkarya dan hasil karya mereka baik. Dan saya akan berjuang keras untuk membuktikan pendapat saya.

tulisan ini saya masukkan dalam label PK (Pendidikan Khusus)

good luck



maafkan saya kalau postingan ini mengganggu... tapi lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan doa saya malam ini untuk anda yang besok akan menghadapi sidang. Semoga semuanya lancar, bisa menjawab semua pertanyaan dengan mulus dan semoga kamu puas dengan hasil yang nantinya kamu dapatkan.
i pray the best for you..
good luck kak..

saya ingin tahu apa yang kamu lakukan sekarang, pada masa-masa menjelang ujianmu. Semoga kamu tidur lebih awal dan memasukkan konsumsi makanan dan minuman yang cukup untuk menjaga agar staminamu tetap baik, dan konsentrasimu total.

saya ingin tahu apa yang terjadi besok...

tapi sementara itu, saya akan banyak mengirimkan doa untuk mu... :)

lagu apa ini...



lagu apakah ini, saya suka sekali...

yang menyanyi di video ini adalah sandhy sandoro yang kecil tapi suaranya dahsyat itu... mengapa rakyat indonesia tidak banyak yang tahuu??? kualitas suara indonesia ini padahal sudah muter-muter dunia..

terjebak

4:50:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Saya berjalan kaki keliling dunia. Melihat ini itu. Mencium wangi itu itu. Merasakan manis ini itu. Meraba halusnya ini itu. Mendengar merdu ini itu. Seluruh indra saya telah merasakan hal-hal baru.
Tapi pada akhirnya selalu saja kaki saja melangkah ke tempat yang sama. Pandangan saya terarah ke objek yang sama. Penciuman saya ingin mencium bau yang sama. Perasa saya lapar terhadap rasa yang sama. Pendengaran saya merindukan lagu yang sama. Semua yang sama dengan tempat yang pernah ada.




Tulisan saya masih tentang satu objek destinasi. Kaki saya masih saja ingin melangkah kesana, seberapapun keras nya saya mencoba untuk mengalihkan tujuan.

dan walaupun tempat itu tak lagi ada disana, tetap, kaki saya ingin melangkah kesana.





apakah namanya, untuk seseorang yang tidak bisa melangkah maju?


damn

sebuah cerita yang mungkin saja gombal

sampai hari ini, aku masih ingat semua tentang kita. Hari ini aku melakukan perjalanan panjang menuju kota kelahiranmu. Dan sepanjang perjalanan aku mengingat kita.

Hari itu kita duduk berdampingan di mobil yang baru saja kau beli. Kita melaju di jalan raya yang memecah hutan. Aku menyandarkan kepala di bahumu, sesekali menciumnya. Perjalanan jauh itu sama sekali tidak terasa. Kita bernyanyi hampir sepanjang jalan. Tiga jam perjalanan, 15 lagu yang terus berputar. 1 lagu spesifik yang beberapa kali kita ulangi. Aku masih hafal lagu itu. Lagu yang tidak mungkin aku ketahui kecuali darimu.

and your slowly shaking finger tips
show that your scared like me so
let's pretend we're alone
and I know you may be scared
and I know were unprepared
but I don't care


Hari itu hujan. Seertinya selalu hujan setiap ada momen besar diantara kita. Hari jadi, hari kita putus, hari kita kembali bersama, perkelahian terbesar, hari ketika aku membuka seluruh rahasiaku padamu, Januari itu, dan seluruh hari besar kita, termasuk hari itu, ketika kita dalam perjalanan menuju kehidupan yang benar-benar baru. Pada akhirnya kita bersama. Pada akhirnya mereka membiarkan kita memeiliki satu sama lain dalam rumah yang selalu kita inginkan. Perisis di depan kedai kopi sederhana yang selalu menampung kita.
Aku masih ingat bagaimana aku merasa sangat bebas hari itu. Tidak lagi menyimpan perasaan takut. Takut ada seseorang ang melihat kita, takut suatu hari ini semua akan terbongkar dan aku harus kehilangan dirimu, takut merasa lelah merasa ketakutan. Pada hari itu aku tidak lagi merasa perjalanan kita akan terhenti pada suatu waktu yang tidak menentu.

Aku tidak mengerti mengapa mereka begitu bersikeras memisahkan aku dan kau. Tapi harus kuakui bahwa usaha mereka itulah yang membuat kita semakin erat berpegang tangan. Aku masih ingat percakapan yang berulang kali kita lakukan

"ayo kabur, sekarang! Sekarang juga!"
"ayo!!..."
"A... tapi tidak akan kita lakukan juga kan, kabur itu?"
"Tidak. Kita tidak akan kabur. Kita sama-sama setuju bahwa aku dan kamu bukan hanya tubuhku dan tubuhmu, tapi juga keluargu dan keluargamu."
"ah.. kenapa kau merusak mimpiku dengan fakta??"
"bukankah itu juga yang sering kau lakukan?"
"Hmph... kita memng terlalu banyak bermimpi.."
"ayo antar aku pulang..."
"Pulang? apakah maksudu pergi?"
"Ya, maaf. Maksudku pergi.. Pulang kan menuju kamu... "


Kita memang tidak bisa berhenti bermimpi. Mungkin itulah yang membuat kita terus bertahan walaupun tak ada satu pun orang yang mendukung kita untuk bersama. Jauh sebelum mereka membebaskan kita, kita sudah menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bersama.


Hari ini aku mengenang semua tentang kita. Setiap hari aku mengingatnya, hanya saja hari ini aku benar-benar memikirkan apa saja yang telah terjadi sejak hari pertama aku mengenalmu.

Aku sudah sampai di stasiun. Anak kita yang hari ini berumur 1 tahun 1 Bulan mulai menangis. Kau masih saja terlambat ketika menjemputku.




Kehidupan "bahagia selamanya" ternyata ada. dan ini milik kita.


Listening to the song we used to sing
In the car, do you remember
Butterfly, Early Summer
It's playing on repeat, Just like when we would meet


Semoga dengan ini janjiku terpenuhi





Groundkeeper__s_House_by_ti_jean