yang ingin saya lakukan sejak tadi pagi hanyalah melamun di kamar, menikmati hujan yang tidak juga berhenti.
Entah bagaimana suasana hati saya menggelap. Mungkin karena apa yang terlalu banyak saya pikirkan. Dan mungkin pula karena apa-apa tersebut tidak seharusnya melintas.

saya bertemu hujan hari ini. Hujan itu tidak membasahi saya. Entahlah ia ingin melindungi saya atau tidak ingin bersentuhan dengan saya. Saya selalu menyukai hujan, tapi hujan hari ini membuat saya merasa tidak lagi hidup. Saya merasa tidak berpijak pada bumi. Saya merasa kosong.
Saya lelah sekali malam ini, dan yang ingin saya lakukan hanyalah melamun.
*Day_Dreaming_by_AliceCat
Bandung memang kota yang tidak lagi bisa saya susuri tanpa rasa pedih, sedih, atau melankolis. Saya suka kota bandung, hanya saja ternyata kesukaan saya terhadap kota ini sekarang disisipi rasa yang aneh.
Seperti ketika suatu hari saya pernah makan bakso dan ternyata didalamnya ada mur. Sejak saat itu setiap makan bakso saya merasa paranoid. Kenikmatannya berkurang.
Begitulah kurang lebih kota bandung untuk saya.

Setelah beberapa hari belakangan saya terus menerus membungkam teriakan saya didalam kamar, dan mengalihkan air mata saya pada film-film menyedihkan, akhirnya saya pergi. Akhirnya saya memiliki cukup waktu untuk melupakan dan atau membuang beberapa perih dan beberapa penat dalam tubuh saya. Saya pergi. Sebelum mobil dikeluarkan dari rumah, saya bertanya pada diri saya sendiri.
Kemana saya akan pergi?
Beberapa tempat kemudian muncul di benak saya. Dan semuanya salah. Salah adalah ketika tujuan itu justru akan membuat pikiran saya runyam.
Tapi kemudian ada satu tempat yang bisa saya datangi. Untuk menuju tempat tersebut pun saya tidak peru melewati tempat-tempat yang membawa memori saya pergi ke masa lalu. Jadi saya pergi kesana.
Tapi ternyata saya melupakan satu hal. Saya juga pernah kesana, dan tempat itu benar-benar mengingatkan saya akan pertengkaran yang cukup besar. Saya ingat persis perasaan saya ketika itu. Dan sakit hati terasa lagi.
Saya minta untuk pulang, kemudian saya tidur.
Sepertinya tidak ada lagi tempat di Bandung yang dapat menyelamatkan saya dari rasa pedih, sedih, atau melankolis. Apalagi jika Bandung yang saya susuri sedang hujan.
*pic: Remember_your_dreams_by_Behindmyblueeyes
Saya selalu suka merasai angin menerpa wajah.

Kemarin di balkon rumah, tiba-tiba saya merasa ingin melompat kebawah.
Keinginan itu kuat sekali berteriak di kepala saya.
Sungguh, saya bukan ingin mati. Saya bukan ingin bunuh diri. Saya juga bukan ingin menyakiti diri sendiri.
Saya sekedar ingin melompat dan merasai angin.
*Fly_and_away_by_SomaKun
Ada sebuah batu dikamar saya. Batu itu tidak mengganggu. Tp untuk apa menyimpan batu dikamar?
Beberapa waktu yang lalu saya biarkan saja batu itu disana. Sesekali saya gunakan untuk berbagai hal, pernah juga saya warnai batu itu. Pada saat-saat tertentu saya merasa ia bisa menjadi teman terbaik karena ia tidak bicara. Pada saat-saat tertentu ingin saya buang tapi rasanya tak pernah ada waktu yang tepat.
Mengapa saya merasa seperti ini? Batu itu batu biasa yang kebetulan terlempar ke kamar saya.
Saya bukannya kafir lho. Saya sekedar suka melakukan hal-hal yang oranglain tidak lakukan. Saya suka mengeksplorasi perasaan-perasaan saya, mencoba hal2 unik.misalnya menyimpan batu di kamar.
Beberapa waktu terakhir, saya sudah mulai merasa harus menyingkirkan batu itu. Tp sepertinya krn hubungan batin kami sudah erat,ia tahu bahwa saya akan menyingkirkannya. Pada suatu malam Ia tiba2 menempel di kaki saya.ketika itu saya sedang tidur. Pagi harinya ketika saya bangun dan menapakkan kaki di lantai,saya merasakan sakit yang luar biasa. Sejak saat itu batu itu selalu bersama saya kemanapun saya pergi. Hingga kemudian saya merasa nyaman walaupun kesakitan. Beberapa kali ingin saya singkirkan batu itu seperti rencana awal saya, tapi selalu ada rasa takut. Sakit itu akan jauh lebih terasa ketika batu dilepaskan. Selama ini saya berjalan dengan kaki menginjak batu dan mulai merasa nyaman,ketika saya lepaskan lagi batu itu pasti akan ada penyesuaian lagi, adaptasi lagi, rasa sakit yang baru.
Tapi akhirnya saya lepaskan juga batu itu..
Dan hingga hari ini,kadang saya lupa bahwa tidak ada lagi batu baik di kaki saya maupun kamar saya.
Dan ketika saya ingat kenyataan tersebut, kadang saya ingin menangis entah mengapa.
Batu itu memang benda yang paling unik dalam sejarah keanehan saya. Dan batu itu memiliki nilai historik.
Sebelum aku tertidur, ada sebuah ketukan di kamarku. Ketukan itu datang diiringi dengan panggilan dari suara yang sangat kukenali. Tapi entah bagaimana aku tidak bisa mengingat nama orang itu.
Seorang pria. Terbayang di pikiranku wajahnya walau samar.
Topi hijau kusam.
The beatles. Diana Krall. Peter Cincotti.
Sebuah motor Tua.
hijau.
Ketukan itu datang lagi membuyarkan lamunanku. Aku segera berdiri dan membuka pintu.
Didepan pintu ia bersanding mengulurkan tangan. Masih tak bisa kuingat siapa nama pria itu. Tapi entah mengapa aku sangat ingin memeluknya.
Ia tidak tersenyum dan memandang mataku dalam-dalam. Pandangan itu membuatku segera ingat siapa pria ini.
Ia adalah manusia pertama yang kuberitahu rahasia terbesar hidupku. Ia adalah manusia pertama yang mengetahui siapa dana apa yang selalu membuatku ketakutan.
Ia pernah menjadi orang yang utama dalam hidupku.
Jarak memisahkan kami dan ini bukan klise.
Hari ini entah bagaimana ia dapat menemukanku kembali.
Ia membawa satu piring nasi goreng. Didalam piring itu ada 1 buah ketimun yang kemudian ia sodorkan padaku.
Kita selalu makannasi goreng bersama. Semuanya untuk aku kecuali ketimun. Ketimun untukmu. Taid aku membeli nasi goreng, dan rasanya kurang enak tanpa ada kamu.
*halah halah halah.. waktunya tidur ah!*
hari ini sepertinya saya bisa tidur nyenyak.
Setelah 2 hari menunggu sepupu saya melahirkan anak pertamanya, akhirnya tadi pagi anak itu lahir juga. Saya menemaninya sampai pukul 8 malam ini.
Saya pulang dalam keadaan sangat lelah.
Perasaan saya campur aduk antara terharu, senang, dan juga melankolis. Mungkin saja saya menangis, entah mengapa saya ingin menangis. Mungkin karena terharu. Mungkin pula karena banyak rasa takut dalam diri saya.
Sebelum tidur saya mendapat sebuah kabar dari sahabat saya. Kabar yang sudah lama saya tunggu. Bukan kabar super atau kabar waw. Tapi sekedar kabar tentang keadaan dirinya. Beberapa waktu yang lalu saya mengira ia hilang. Ternyata ia masih ada, hanya bersembunyi sementara.
Suatu hari nanti saya ingin dianugerahi seorang bayi yang sehat.
Suatu hari nanti saya ingin mendapati diri saya tidak kehilangan seorang sahabat.
Saya ingin berhenti berparanoid.
Tulisan ini saya tuliskan untuk mengentengkan pikiran saya sebelum tidur. Saya ingin tidur nyenyak sekarang.
entahlah ini blog saya yang keberapa... sebelumnya saya pernah membuat
blog di multiply tapi karena satu dan lain hal tidak saya lanjutkan lagi.
Sekarang saya membuat blog baru, kembali ke blogspot.
Saya suka menulis dan menuli membuat saya melupakan rasa tidak enak yang ada di hati saya. Banyak orang heran mengapa tulisan saya selalu bernuansa hitam, atau sedih padahal saya adalah oran yang ceria. Saya selalu menjawab, saya bisa menjadi seorang yang ceria karena saya
mengeluarkan kesedihan saya dalam tulisan.
Saat ini saya banyak menulis di note facebook. Mungkin saya akan mencoba untuk berpindah ke blogspot.