pulang

Mas.. sepanjang usiaku, kau selalu berubah wujud. Berubah nama, berubah wajah, berubah segala-galanya. Kau seperti udara: memenuhi ruang, tak tersentuh namun selalu terasa. Sudah lama sekali sejak pertemuan terakhir kita. Hatiku mendadak sesak. ingat dirimu. Tidak pernah lagi kau muncul, padahal kau adalah salah satu hal yang menjaga kewarasanku,

Mas, terlalu banyak fakta membuatku kehilangan arah. Aku membutuhkan satu pojok imaji, untukku duduk berdua saja denganku. Kau memegang tanganku, mendekapku, menceritakan padaku tentang apapun. Aku kangen mas. Bukan cuma kangen kamu, tapi kangen berbagai hal yang terpaut padamu.

Sekali-kali, tolong intipkan kabar tentang dirinya. Sesak hati ini, seringkali seperti ada tombol gawat darurat yang menyala, mengingatkan tentang dia. Aku kangen mas. Kangen masa lalu. Kangen berlarian dalam khayalan

aku ingin pulang mas, dan kau tahu rumahku adalah padanya. selalu padanya.

harap

dalam keletihan yang teramat sangat, aku menyadari bahwa ketidakberadaanmu-lah yang membuat semua sakit ini semakin terasa. Menusuk kedua pundakku, membuatku merasa seperti berada dalam tumpukan batu kerikil yang tajam. Membuatku ingin terus menangis menangis menangis.

Nyatanya kau hadir, tapi tak pernah benar-benar ada. Ragamu terasa namun jiwamu hampa. Hanya tatapan mata yang kosong yang membuatku merasa teramat sendiri. Decakmu kecewa saat ku membutuhkan perhatianmu. Genggam tanganmu yang dingin. Pelukmu yang tak menghangatkan. Belaimu yang tajam.

Cinta bukanlah suatu hal yang bisa ku pinta, bukanlah suatu hal yang bisa kau paksakan. Cinta bukanlah pula hal yang bisa didustakan. Semua itu terasa, apabila nyata. Dibalik semua kisah kita, adakah cerita yang masih terbuka? Ada kah diantara kau dan aku, seseorang yang masih membuka kedua tangannya, membuka kecup membuka peluk? Masih adakah? Masihkah?


quoting taxi's driver wisdom

3:39:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
Melihat blog saya yang kosong, saya senyum-senyum sendiri..
apakah ini tanda saya bahagia, atau apa?

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya merefleksikan pikiran saya.

Sejak SMA saya sudah sangat ingin memiliki anak. Tapi ternyata anugerah itu baru saya dapatkan 3 tahun setelah pernikahan. Dan selama penantiannya, saya selalu merasa hidup saya tidak lengkap. Saya lihat di blog ini, terakhir kali saya menulis, saya belum hamil. Ternyata setelah hamil saya tidak lagi menulis. Saya ingat kenapa, karena saya sibuk membaca, mempelajari setiap gerakan yang saya rasakan dalam tubuh saya. Sibuk tidur karena selama hamil kebutuhan tidur saya meningkat sangat tinggi, bahkan di kantor saya selalu tertidur, sedang berbicara saya tertidur.
Kemudian saya sibuk belajar untuk menyambut kehadiran anak pertama saya.

Setelah lahirm saya masih sibuk belajar, semua itu disela-sela kesibukan saya sehari-hari sebagai guru dan istri.

sekarang ini, seringkali saat saya memandang Wildan Muhammad, -seorang pemuda penghuni surga (amin) penerus Nabi Muhammad SAW-, saya merasa jatuh cinta. Sampai kemudian saya berpikir tentang anak kedua, saya katakan pada ibu, "beginikah bu, rasanya memiliki anak, saya tidak membayangkan ada cinta yang lebih besar dibandingkan cinta saya pada Wildan, bagaimana dengan anak kedua saya nanti? apakah saya akan mencintainya sebesar ini?"

ibu tersenyum saja. membuat saya lagi-lagi berpikir tentang cinta, dan masih saja saya tidak mengerti. Seringkali saya membandingkan perasaan cinta. Antara dia dan ia, antara kamu dan aku, diantara semuanya. Saya mempertanyakan sebesar apakah cinta abang pada saya? Mengapa saya merasa ada cinta yang lebih besar ? Kemudian saya membaca TAXI DRIVER WISDOM, Love comes in so many forms. Every love is different. Disanalah kemudian saya ingat, bahwa tidak rasa cinta yang sama. Saya cinta ayah, saya cinta ibu, saya cinta Wildan, saya juga cinta abang. Sama-sama cinta, tapi tidak ada yang lebih maupun kurang, juga berbeda rasanya. Berbeda harapannya.

Saya ingat perasaan-perasaan cinta saya kepada berbagai manusia terdahulu. Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya tidak lagi mencintai mereka, saya juga tidak bisa mengatakan bahwa perasaan cinta itu lebih sedikit dari apa yang saya rasakan pada manusia-manusia disekitar saya saat ini. Karena saya akan berbohong jika saya katakan demikian. Tapi memang berbeda. Cinta itu berbeda. Karena lagi-lagi saya masih membayangkan cinta adalah kepulan asap yang memenuhi ruangan. Ruangan hati saya. Ketika saya katakan saya cinta, maka cinta itu penuh. Tidak pernah setengah penuh. Seperti ketika saya bakar surat cinta saya dikamar, asap itu memenuhi ruang kamar saya. dan bentuk asap itu tidak pernah sama ketika saya membakar surat cinta, membakar kursi, membakar koran, membakar surat cinta yang kedua, semuanya asap tapi tak pernah sama.


my wildan...

untuk penantian kami selama 3 tahun.. untuk penantian saya selama 7 tahun.. inilah yang Tuhan anugerahkan.. sebuah karyaNya yang sempurna..

my Wildan Muhammad..









long time no see...

its been what, 5 months?
saya sampai lupa url blog saya..
sedih...

banyak sekali cerita tapi seperti tidak punya waktu lagi...

:(

Unspoken conversation


Kamu seperti orang yang haus cinta. Selalu menanyakan padaku apakah aku mencintaimu. Kemudian kamu akan bertanya apa arti cinta untukku. Kamu juga akan bertanya apakah aku lebih sayang atau lebih cinta kepadamu, atau apakah aku hanya merasakan salah satunya. Kamu juga akan bertanya apakah aku merasa terganggu dengan keberadaaanmu. Apakah kamu merasa tidak dicintai?



Aku selalu merasa ada yang salah denganku. Aku juga tidak pernah bisa menebak apakah kamu mencintaiku atau tidak. Karena aku tidak merasakan cintamu, tapi aku menolak frasa di otakku bahwa kamu tidak mencintaiku. Aku selalu merasa kalah oleh hal-hal disekitarmu. Aku bukanlah orang yang pantas untuk kau perjuangkan, karena sejak awal kau tidak preƱa berjuang apapun untuk mendapatkanku. Semuanya lancar-lancar saja. Dan aku merasa kau berpikir bahwa aku adalah orang yang menyebalkan.
Sehingga kata-kata menjadi sangat penting bagiku. Aku butuh merasa lega saat kau ucapkan kata cinta. Tapi kata itu tidak pernah tersebut dari bibirmu.

meracau

beberapa hari belakangan, saya merasa kangen sekali sama blogging. Tapi sadly ngga pernah ada waktu yang pas karena pekerjaan saya yang lagi sibuk-sibuknya... Jadi setiap pagi di ojek saat berangkat ke kantor, saya semacam menulis blog tapi di pikiran saya, yang kemudian dengan menggunakan sugesti saya publish ke awan.. kemudian seketika menjadi lega. Enak juga kalau bisa seperti itu tapi tetap tidak sepuas benar-benar menulis.

Dalam pernikahan saya yang belum juga di karuniai anak, selalu ada momen dimana kami berdua sama-sama terdiam dan merasakan perasaan yang entahlah apa namanya. Untuk saya lebih banyak perasaan bersalah dibandingkan kecewa entahlah bagimana dengan abang. Masa itu adalah ketika kami baru pulang dari dokter dan mendapatkan hasil yang masih juga mengecewakan.

Kunjungan terakhir saya ke dokter tidak bersama abang, saya bersama kakak dan musa. Saya berangkat setelah maghrib dari rumah dan baru sampai jam setengah 11 malam, saya yang menyetir, untuk pertama kalinya menyetir dalam tol dan sebenarnya kepergian saya tanpa abang, dan perjalanan dimana saya harus konsentrasi pada jalanan, sangat membantu saya menutup kesedihan dan lebih melihat semuanya dengan kesempatan-kesempatan. Kesempatan bagi saya untuk lebih mendekatkan diri padaNya, kesempatan lebih banyak mempelajari karakter anak didik saya, kesempatan menambah ilmu, kesempatan belajar mencari jalan tengah sama abang daan lain-lain.
Tapi hari ini ternyata masa suram yang tadi saya ceritakan datang.
Ketika kami harus membeli obat yang tidak murah, again.

Saya merasa bersalah karena gara-gara menikahi saya yang infertil, abang jadi harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Padahal kami bukan orang kaya.
Bulan ini saya diberikan resep baru, obat yang kata dr. djoko lebih ampuh dibandingkan profertil dan ovastin. Namanya Femora. Saya bersyukur karena obat hormonnya cuma 2, biasanya 3 (provera, profertil dan ovastin) . Sekarang hanya provera dan femora.
saya telfon apotik langganan.

Provera 10.500 per kapsul (berarti total 105rb, femora 65ribu. Saya bersyukur karena tidak semahal yang saya bayangkan. Saya titipkam uang 200ribu pada ayah yang kebetulan mau ke apotek.

Saya tunggu ayah pulang karena provera nya harus diminum sekarang, hampir saja saya tertidur ketika ayah telfon dan mengatakan bahwa femora harganya 65ribu PER KAPSUL. Artinya saya membutuhkan uang 650ribu.

Kakak saya langsung mengatakan untuk mengikhlaskan. Saya langsung terbayang jika ternyata ini tidak berhasil, opsi selanjutnya yang disarankan dr. djoko adalah laparoskopi yang kemudian saya cek di internet biayanya sampai dengan 30 juta.
Kalau punya uang segitu saya sudah beli rumah dari dulu.

hmph... saya down sekali, dan lebih down lagi karena ini semua tentang uang. Saya bukan orang yang biasa memikirkan uang karena saya selalu berusaha mencukupi diri saya dengan barang-barang yang murah. Dengan uang yang pas-pasan saya masih bisa mentraktir makan dua orang teman saya yang tidak mampu setiap harinya. Saya selalu mengambil prinsip ibu, yang tidak terlalu banyak perhitungan.

kenapa sekarang semuanya jadi tentang uang? apakah karena sekarang saya adalah seorang istri, dan bukan lagi anak?

Saya kemudian ingat dan terbayang-bayang SEMUA ekspresi wajah dan kalimat orang-orang terhadap kami.
"belum punya anak ya bu afifa? oo,.. lama juga ya" insensitive
ngga perlu lah saya sebutkan basa-basinya berbagai macam orang dari mulai yang tidak sensitif seperti di atas sampai yang lugu seperti "jangan lama-lama kosong nya... pengen tau anaknya seperti apa, penasaraan..."

dan memang sepertinya hanya diri saya sendiri yang bisa menghilangkan rasa sedih ini. Karena saya selalu bisa membantah saran dari orang lain.

Friday the 13th...

i dont feel so good...

I turn the music up,
Got my records on
I shut the world outside until the lights come on

Hari ini dia duduk di depan saya dan memandangi saya dengan tatapan kosong. Saya tau persis apa yang sedang terjadi pada dirinya. Rasa sepi yang teramat sangat. Setiap hari ia pulang kepada tempat tidur besar yang kosong. Kamar di depannya berisi sepasang kekasih yang begitu mesra dan bahagia, setidaknya itu yang tampak. dan kamar disebelahnya berisi keluarga kecil dengan suara tawa seorang gadis kecil.
Sepanjang hidupnya, ia selalu dikenal sebagai seorang yang bahagia, namun hanya beberapa orang saja yang tahu betapa kosong kehidupannya.
Ia pernah merasakan kehidupan yang penuh, tanpa ada rasa kosong. tapi seiring dengan kepergian kekasihnya, ia mendadak ikut mati.
Dalam benaknya, kekasihnya masih ada. Masih sangat jelas ruangan yang biasa menampung mereka. Tapi bayangan wajahnya mulai membias.


---
and as usual, i cant write no more...

life in coldplay lyrics?

if only life were as simple as paradise lyrics where i can freely sat on a stormy rain and still said i know that the sun was set to rise. As simple as closing my eyes and dream of paradise. Me and the girl in the song were both disappointed in the world, but she had this believe that will calm her.

and if only he had the courage of the boy in "hurts like heaven". he would have fight to his death for me. Just like what we were screaming on those journey to dreaming.
well, actually we have no one between us, it's me who always make things difficult.

pardon my English, i write  as my heart told me to.

its raining here, i have nothing to do, i have finished all my tasks.. and i think of him i don't know why.. well maybe its the rain...i miss him as my partner.. the only person in the world who could understand what i'm saying.. and the only person crazy enough to let my imagination soar freely.

he's gone..

sick

beberapa minggu belakangan, akibat ketidakteraturan minum obat, saya dilanda mual paraaah setiap sore. dan kemarin, setelah pulang dari kencan dengan dr. djoko, saya resmi muntah-muntah-diare-lemas.
Saya yakin ini psikologis?

i take a sick note to my boss, take a nice sleep and watch various movies in my bedroom.

saya bilang sama abang, tolong jangan bahas kenapa setelah mengkonsumsi obat diabet dan penyubur selama 2 bulan yang menyebabkan saya mual, sel telur saya belum juga sehat. Saya tau ini salah saya yang beberapa hari belakangan tidak teratur, saya tidak ingin diceramahi karena saya cukup depresi mendengar hasil pemeriksaan kemarin.

stop it.

i will take a day off.

hmph...

someone like you....

lots of kisses song

8:54:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
funny love..


you could be happy, i wouldn't know...

8:50:00 pm tulisan aF^^ 2 anotasi
dedicated to few people from my past..  :D


galau to the max, they say?

8:39:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi
kenapa beberapa hari belakangan ini, emosi saya sangat mudah tersulut. Bahagia saya menangis, terharu saya menangis, sedih saya menangis. Mungkin tidak bisa dikatakan menangis, tapi ya hampir menangis, sudah menitikkan air mata, benar-benar menitikkan: setitik.
apakah karena obat hormon?
apakah karena saya tidak bisa menerima kebahagiaan orang lain? rasanya saya tidak seegois itu.

tapi malam ini saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis sepuasnya saat melihat kakak ipar saya menyusun baju-baju untuk menyambut anaknya nanti. Saya benar-benar ingin kabur, pergi dan menangis saat ia katakan dan menunjukkan foto USG anaknya yang ternyata perempuan. Saya benar-benar ingin kabur, bahkan saya sudah sedikit membentak, saat musa sedikit rewel dan mengganggu acara saya.

Sungguh, saya bukan orang yang se-egois itu untuk tidak berbahagia diatas kebahagiaan orang lain. Apalagi ini menyangkut kakak saya. Calon keponakan saya. Saya bahagia. Tapi juga saya ingin menangis dan ingin mengunci diri di kamar.

tidak saya turuti emosi saya yang satu ini. saya tau ini perbuatan makhluk-makhluk jahat yang berbisik di telinga saya.
astaghfirullahaladzim...

diantara nyata

8:30:00 pm tulisan aF^^ 0 anotasi

apakah kamu benar-benar ada di sampingku? mengapa aku tidak merasakan nafas hangatmu? mengapa aku tidak bisa merasakan degup jantungmu?
apakah sosok mu hanyalah bayanganku? apakah sosokmu hanyalah manifestasi dari keinginanku untuk memiliki sahabat yang nyata?



apakah lagi-lagi kau adalah bagian dari khayalku?



late night before bed,
i really cant tell which one is true and which one are not

face to the wall,
nearly crying  

cute!


i looooveee thiisssss!! and all of their video...

mata, hati, teling

"saya tidak berani bermimpi, saya lelah terjatuh"

sebenarnya tidak ada yang salah dengan mimpi. Mimpi adalah sebuah anugrah yang indah, baikmimpi tersebut mimpi buruk maupun mimpi yang menyenangkan. Untuk saya, mimpi adalah satu-satunya kesempatan dimana saya memiliki kebebasan untuk berekspresi. Dengan mimpi saya tidak takut ditertawakan jika saya ingin bernyanyi ala ratu, menggunakan suara hidung yang tidak enak didengar. Dengan mimpi, saya tidak perlu takut berdansa dan menari menggunakan baju ajaib. Dengan mimpi saya tidak perlu merasa aneh jika saya menikmati  mimpi buruk dan menjadikannya titik tolak saya menulis. Mimpi buruk adalah sebuah karya.
Selama semua itu masih mimpi, dan bukannya nyata.
Ketika sedang dalam titik terrendah hidup saya, yang akan saya lakukan adalah mencuri waktu sejenak untuk membuat rencana. Apa yang akan saya lakukan 5 menit kedepan, 1 minggu kedepan, 1 tahun kedepan. Mimpi tersebut membuat saya terbang tinggi berangan-angan. Tidak jarang saya terjatuh. Tapi rasa sakit saya adalah tanda bahwa saya masih hidup, dan saya memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi tersebut.
Saya tidak akan berhenti hanya karena saya merasakan sakit. Saya tidak akan berhenti walaupun saya terluka. Mungkin saya mengambil waktu sejenak untuk menangis, menuliskan rasa sakit. Tapi kemudian saya akan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri.

saya tidak akan rela jika orang yang mendorong saya hingga saya jatuh tahu bahwa saya menyerah, saya kalah. saya akan mengejarnya. dan saya akan menyingkirkan apa-apa yang menghalangi saya.

TEPAT SEKALI..

Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga



Untuk saya memang ada sedikit kebahagiaan saat saya berada dalam titik terrendah tersebut. Kebahagiaannya adalah bahwa saya memiliki kesempatan untuk menulis dengan semua amarah saya luapkan semena-mena. Tapi keterpurukan bukanlah alasan untuk menejelek-jelekkan diri sendiri. Menjelek-jelekkan diri sendiri? Saya terlalu egois dan sombong untuk melakukan hal semacam itu. Dan saya rasa egoisme dan sombongisme itulah yang kemudian menyelamatkan saya dari kegilaan.
Dan keterpurukan saya tersebut bukanlah alasan untuk menolak segala bentuk pengangkatan diri dan saran karena itu menyebalkan, dan saya sudah cukup merasa kesepian untuk ditinggalkan orang lain.

as promised...

as promised.. i post my bali vacation photos here...

di Nusa Dua yang ternyata agak mengering akibat banyaknya hotel-hotel.. :( 
topinya dibeli supaya keren.. :p

GWK... akhirnya ke GWK.. nonton kecaknya disini.. soalnya katanya di Uluwatu monyetnya sekarang galak jadi walaupun sunsetnya keren, gak jadi kesana deeh


Tanah Lot.. AMAZING!!!

Danau apaaa gitu namanya...ini abis dari kebun raya bali, makan siang disini karena lokasinya keren, makanannya halal dan deket mushalla... tadinya mau lanjut ke air terjun git-git tapi karena cuaca ngga mendukung gak jadi..:(

Nusa dua yang kering... itu karangnya mati...

Family there... itu keluarganya kakak ipar... lagi "rewang" untuk upacara adat... dan katanya kerjaan sehari-hari ibu rumah tangga disana ya gini... ngga ada waktu lagi untuk nonton...

masuk pura, harus pakai pakaian adat... lihat upacara disana.. ngga boleh difoto jadi foto barong nya aja.. barong adalah semacam perantara antara tuhan dan manusia katanya

btw ya fotonya ngacak.. hehe.. dan males ngurutinnya.. :p


GWK --> bali view.. fotonya kurang ke kiri.. soalnya banyak orang.. :p

pura taman ayun.. ayun means ayu atau cantik... dan memang cantik banget

jatiluwih... artinya apa ya.. lupaa.. tapi keren.. ini gantinya air terjun git-git..
hujaan... dan dingin...

nusa dua like heaven and hell.. hijau subur dan kering.. lihat langitnyaa

foto sama pemain kecaak


sangeh...


disana kita 24 jam x4 di antar sama keluarga disana... dia dulunya guide jadi bisa jelasin secara lengkap.. okay theennn good night and bye bye.. *kiss kiss* 


bermula pada kasus anak-anak...

saat ini dalam kehidupan keluarga kecil, saya memandang diri saya sebagai calon ibu.
dalam pekerjaan saya adalah sahabat atau kakak bagi murid-murid saya.
tapi juga seorang anak.

garis bawahi kalimat pertama dan terakhir saja. karena itu yang sedang ada dalam pikiran saya saat ini.

saya adalah seorang anak yang hopefully segera akan menjadi ibu. Dalam pikiran saya masih banyak memori yang terlintas. Memori kebohongan-kebohongan saya pada ibu dan ayah, dan guru-guru saya. Bagaimana saya mengatur kalimat dan situasi sehingga apa yang saya lakukan tampak benar walaupun sebenarnya salah. Apa-apa yang saya lakukan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, atau terkadang sekedar untuk melanggar peraturan.

Masa remaja saya tidak bisa dibilang mulus. saya adalah mantan anak bandel, mungkin masih bandel, saya juga tidak tau. atau tidak mau tau.
masa remaja saya berisi kebohongan-kebohongan dan alasan.

yang saya pikirkan sekarang:
apa yang bisa saya lakukan kepada anak saya nantinya, agar ia tidak menjadi seperti saya.
Kalau dipikirkan sekarang ini, saya sedikit menyesal saya telah melanggar apa-apa yang telah ditetapkan ibu dan ayah. Bukan menyesal karena hukuman apa yang saya dapatkan setelah itu, tapi menyesal karena suatu hari saya akan merasakan menjadi ibu dan mungkin saya akan terkena karma?
menyesal karena ternyata semua kebandelan saya tidak ada gunanya dan menghasilkan sakit hati.
menyesal karena ternyata guru dan orangtua saya benar.

saat ini saya adalah guru dan orangtua. Dua pribadi yang dulu sering saya bohongi.
dan saat ini saya jadi faham, bahwa tidak mungkin sama sekali guru saya percaya dengan kebohongan-kebohongan saya.

saya takut.